Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Penambahan Intensitas Sosialisasi Ke Masyarakat, Bukan Kenaikan Gaji

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Agar komunikasi dan penyerapan aspirasi lebih intensif kepada konstituen dan masyarakat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mendukung penambahan intensitas sosialisasi melalui reses, sosialisasi perda dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, Selasa (8/12/2020) di Jakarta.

“Sosialisasi ini bukan untuk menambah income anggota dewan, tetapi bertujuan untuk memperkuat hubungan wakil rakyat dengan rakyatnya khususnya di dapilnya. Tentu saja sepanjang tidak menyalahi aturan,” sebut pria yang juga Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini.

Dirinya juga melanjutkan, hari-hari ini banyak berita beredar sangat bombastis yang mengatakan bahwa gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI 2021 naik menjadi Rp 700 juta per bulan. Dalam konteks ini harus difahami, anggota dewan tidak memilik wewenang untuk menaikkan gaji sendiri.

“Semua sudah ada aturannya,” tegas Suhaimi.

“Sebagai anggota dewan saya heran terhadap oknum yang membuat berita tersebut, bagaimana cara menghitungnya sehingga ketemu angka Rp 700 jt per bulan per anggota,” lanjut Suhaimi.

Suhaimi juga menyebutkan, dirinya sebagai pimpinan DPRD DKI tidak menemukan anggaran untuk gaji anggota dan pimpinan dewan sebegitu besarnya.

“Saya memastikan gaji anggota dan pimpinan DPRD DKI, untuk tahun 2021 masih seperti 2020,” jelasnya.

Hal ini pun diperkuat Ketua DPRD DKI, yang telah membuat pernyataan resmi tidak ada kenaikan gaji dewan untuk tahun 2021. Dan suhaimi juga mengajak masyarakat memantau informasi kenaikan tersebut, agar tidak ada kesalahpahaman di masyarakat dalam kondisi pandemi ini.

“Bulan depan sudah masuk Januari 2021, dipersilakan masyarakat memantau apakah gaji naik atau tidak,” pungkasnya.

Related Posts