Tinjau Revitalisasi Taman Ismail Marzuki, MTZ Optimis Pariwisata DKI Bangkit

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Revitalisasi Taman Ismail Marzuki untuk tahap 1 yang telah mencapai lebih dari 85 persen per Mei 2021 ini, diharapkan mampu mengatrol dan membangkitkan lagi pariwisata di DKI Jakarta yang sempat terpukul karena pandemi covid-19.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli, yang juga akrab disapa MTZ, hadir meninjau perkembangan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) ini pada Selasa (4/5/2021) menjelang siang.

Dalam rangkaian acara peninjauan itu, MTZ selaku anggota legislatif memastikan betul bahwa segenap fasilitas yang ada benar-benar dirancang untuk kemudahan para pengunjung, sekaligus tanpa melupakan aspek kesastraan dan kebudayaan yang ada di sana.

“Sebagaimana diketahui, ada dua objek di TIM yang menjadi simbol. Pertama, observatorium untuk mengamati ruang angkasa. Kedua, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, di samping objek-objek lain yang tak kalah menarik seperti Graha Bhakti Budaya,” katanya.

TIM ini memang bukan hanya fasilitas untuk sastra tapi juga seni musik, seni rupa, dan seni lainnya. Jadi yg dibangun bukan hanya Perpustakaan dan PDS HB Jassin saja. Revitalisasi Graha Bhakti Budaya misalnya, diharapkan bisa menampilkan pertunjukan seni tingkat dunia.

Selain itu di TIM juga sudah ada Teater Jakarta yang tidak ikut direvitalisasi karena sudah ada bangunannya. Akan tetapi, ditambah dengan Teater Halaman yang lebih berkonsep terbuka.

“Sedangkan, secara kultural TIM sendiri selalu menjadi tempat inkubasi para sastrawan di Jakarta, dan bagi sastra dan budaya Indonesia pada umumnya. Maka, revitalisasi ini punya makna yang sangat penting,” katanya lagi.

Pada awalnya, revitalisasi yang menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pelaksananya ini, menuai kontroversi. Sebab, kalangan seniman menilai, pembangunan wisma dan hotel baru di dalam komplek Taman Ismail Marzuki kurang mendesak.

Akhirnya, mengakomodasi masukan ini, pembangunan hotel tak jadi dilaksanakan. Dalam prosesnya, perbaikan yang sudah selesai 100 persen pada tahap 1 yaitu Gedung Parkir ‘Taman Miring’, Masjid Amir Hamzah, dan Gedung Panjang, yang menjadi perpustakaan serta wisma seni. Terkhusus untuk Gedung Panjang ini, perbaikan mencapai 79,98 persen.

Sedangkan, yang sedang dikerjakan pada tahap 2 adalah Galeri Annex, Gedung Planetarium dan Observatorium, Graha Bakti Budaya, Tempat Latihan Seni, dan Teater Halaman. Juga, menyusul landscapeatau panorama serta infrastruktur kawasan. Perbaikan tahap 2 ini, baru mencapai 7,94 persen.

Di satu sisi, pihak Pemprov DKI Jakarta maupun Jakpro memberikan jaminan bahwa revitalisasi ini justru akan membawa kebaikan bagi pengembangan pariwisata di DKI Jakarta.

“Sebagai informasi, revitalisasi ini menggunakan dana APBD sebesar 1,645 triliun Rupiah yang dikelola oleh Jakpro melalui mekanisme Penyertaan Modal Daerah. Ini membuktikan komitmen bersama untuk pelestarian Taman Ismail Marzuki, selain tentu juga ada dana dari PEN maupun berbagai pinjaman” urai MTZ lagi.

Hasil tinjauan kali ini memberikan gambaran bahwa revitalisasi berjalan pada jalurnya. MTZ optimis, seiring DKI Jakarta berhasil mengendalikan laju penularan virus covid-19, maka pariwisata di DKI Jakarta akan terus berkembang.

Related Posts