Sohibul Iman: Perbedaan Adalah Takdir Bangsa Indonesia

by Humas PKS Jakarta

Jakarta (3/4) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, menyampaikan mengenai urgensi mengelola perbedaan ditengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Hal ini disampaikan dalam pidato pembuka Dialog Kebangsaan yang menghadrikan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (3/4).

“Sejarah kita telah membuktikan bahwa kita mampu mengelola perbedaan dalam jangka waktu yang cukup lama. Saat ini, kita bertugas untuk mengelola perbedaan tersebut.” jelas Sohibul.

Dalam pidatonya, Sohibul Iman menerangkan bahwa perbedaan telah menjadi takdir bagi bangsa Indonesia. Sejak lahir, masyarakat Indonesia telah disuguhkan dengan perbedaan.

“Menurut saya perbedaan adalah sebuah keadaan yang ada dihadapan kita semua, siapapun yg lahir dibumi Indonesia harus bisa menerima perbedaan ini sejak ia dilahirkan. Tidak boleh dan tidak bisa menolaknya,” jelas Sohibul.

Menurut Sohibul Iman, sebuah perbedaan dapat dikelola dengan baik, jika terjadi dialog yang sehat antara pihak-pihak yang berbeda.

“Dalam dialog tersebut, kita sama-sama mencari solusi atas perbedaan. Selama ini, dialog yang diilakukan 10 tahun terakhir dalam pilpres adalah dialog yang tidak lepas dari kepentingan politik dan ekonomi. Dialog seperti itu sulit berjalan jernih dan substansial. Kita membutuhkan dialog-dialog yang jangka panjang dan subtansial. PKS sangat siap berdialog tidak saja hal-h yang dalam jangka pendek saja namun dalam jangka panjang,” lanjut Sohibul.

Sohibul Iman menambahkan, ikhtiar dalam menciptakan persatuan ditengah perbedaan tersebut akan berbanding lurus dengan hasil yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Kualitas persatuan kita berkorelasi dengan intensitas keinginan kita dalam mewujudkannya. Persatuan adalah proses yang harus diikhtiarkan oleh kita semua. Tidak bisa kita menunggu persatuan terjadi dengan sendirinya, siapapun yang lahir di bumi Indonesia harus menjadi ikhtiar dalam bagian ini. Yang terbaik adalah aktif mengikhtiarkan persatuan, sekalipun ada yang mau pasif itu lebih baik daripada aktif tapi merusak persatuan,” ujarnya.

Dalam pidato tersebut, Sohibul Iman juga mengajak kepada seluruh elemen untuk bersungguh-sungguh dalam mengikhtiarkan persatuan dibumi Indonesia.(*)

Related Posts