Sering Terjadi Kecelakaan, Dewan Evaluasi Lima Hal Kepada Transjakarta

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Sering terjadi kecelakaan dibeberapa waktu terakhir pada perusahaan BUMD DKI Jakarta yaitu PT Transjakarta, Komisi B DPRD DKI mengundang rapat bersama jajaran Direksi Transjakarta, Senin (6/12/2021) di komplek Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Ismail, memberikan sejumlah catatan khusus untuk dilakukan evaluasi, setidaknya ada lima hal yang disampaikan.

Ismail mengatakan, sangat mengapresiasi tren jumlah kecelakaan, sudah ada penurunan artinya sudah ada upaya dari Transjakarta melakukan perbaikan-perbaikan. “Namun seperti apa KPI yang anda rumuskan khususnya dari aspek angka toleransi kecelakaan, karena ini penting akan mempengaruhi dengan mitra kerja,” kata pria yang juga Ketua DPD PKS Jakarta Pusat, mengawali.

Kedua, lanjut Ismail, dari data kecelakaan per mitra operator, PPD 34% Mayasari Bhakti 32%, pertanyaannya sanksi apa yang sudah diberikan, apa ini sudah layak untuk di banned, jangan takut mencoret hal ini, karena capaian yang sudah lebih dari 30% bagi mitra operator, biasanya sangat longgar pengawasannya, ini cerminan. “Jangan takut kehilangan mitra operator, karena yang berminat mengajukan kerjasama mitra operator lebih banyak,” tegas Ismail.

Ketiga masih menurut Ismail, dari data jenis pelaku kecelakaan, 88% penyebabnya dari pelaku internal, “Evaluasi ini seperti apa, khususnya tenaga pramudi,” sambungnya.

Keempat, Ismail menyebutkan, terkait data rawan tabrak dalam kecelakaan. Mobil pribadi 29%, sepeda motor 28%, benda diam 20% sehingga tingkat kerawanannya tinggi di koridor tersebut, karena yang jadi korban tiga hal tersebut dan yang menarik menabrak benda diam.

“Sudah sejauh mana evaluasi lebar dari koridor tersebut apakah masih layak atau tidak, juga sterilisasi terhadap koridor, karena saat ini jalur sudah banyak dilalui oleh kendaraan pribadi mobil maupun motor,” ungkapnya.

Kemudian, belum terlihat upaya pengecekan mental pada pramudi, padahal faktor utamanya dari pramudi. Penting dan perlunya psikotes berkala bukan hanya keterampilan, karena di jalan ada tingkat stress yang tinggi.

“Dan ini akan mempengaruhi mental pramudi tersebut, sehingga bisa abai terhadap keselamatan ratusan bahkan ribuan nyawa yang mempercayai kepada si pengemudi tersebut,” tandasnya.

“Terakhir, apa komitmen yang harus disampaikan ke publik dari Direksi Tranjakarta sebagai tanggungjawab moral dari kejadian beberapa waktu terakhir,” pinta Ismail menutup evaluasinya.

Related Posts