Saat Pandemi, Rumah Tangguh Berupaya Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi (BPJE) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkenalkan Rumah Tangguh Berdaya (RTB). RTB ini berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tujuan RTB adalah rumah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berkumpul dengan pelatihan-pelatihan Entrepreneurs secara cuma-cuma dan juga wadah pemasaran produk para UMKM tersebut,” kata Rochmad dan Tajudin selaku BPJE DPD PKS Jakarta Timur pada Kamis (29/7/2021).

Menurut Rochmad, RTB adalah wadah untuk mempertemukan semua pengusaha, dari pengusaha besar hingga UMKM, sehingga diharapkan terjadi sinergi semua pengusaha, sama-sama bergandengan tangan untuk menghadapi pemulihan ekonomi di Indonesia.

Target lokasi RTB adalah satu kecamatan ada satu RTB, sehingga dapat menjangkau semua UMKM yang ada dan bisa memperluas pemasaran produk UMKM.

Dalam hal pelatihan UMKM, RTB memiliki beberapa jenis pelatihan, diantaranya adalah pelatihan Entrepreneurs, digital Marketing, dan keahlian-keahlian kewirausahaan lainnya.

Saat ini, RTB sudah memiliki pilot project di rumah seorang kader PKS yaitu Rudi Purnama, di daerah Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Peresmian RTB dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting yang dilakukan pada tanggal, 4 Juli 2021 dihadiri oleh Anggota DPR RI F-PKS Anis Byarwati, DPRD DKI Jakarta F-PKS MT Zoelkifli.

Acara peresmian juga dihadiri juga oleh struktural DPP, DPD dan DPC yaitu Rofik Hananto, Hidayatullah, Ikrar Aulia, Tajudin, Syamsul Bahri dan Dicky. Dari pihak UMKM Tangguh diwakili oleh Wahyu dan dari Widyanto.

Rofik Hananto menyampaikan dalam sambutannya bahwa Rumah Tangguh Berdaya akan menjadi magnet kebangkitan banyak UMKM di Jakarta Timur menjadi Tangguh dan Berdaya.

Dalam sambutan, Anis Byarwati mengatakan, meskipun banyak pemangku kepentingan, belum ada sinergi dan kolaborasi yang membuat UMKM dapat menjadi sesuatu yang bisa dibesarkan bersama.

“Oleh karena itu, para stake holder tidak bisa bergerak sendiri, namun harus benar-benar berkolaborasi melalui kemitraan,” saran Anis.

 

Sumber : beritasatu.com

Related Posts