Rumah Dinas Anggota DPR dari PKS Tidak Tertutup dan Tidak Eksklusif

by Humas PKS Jakarta
komplek rumah dpr kalibata
PKS JAKARTA – Rumah Aleg DPR RI biasanya memang menjadi sesuatu yang sangat tertutup dan eksklusif, namun tidak dengan rumah Aleg PKS, salahsatunya adalah rumah aleg Agus Purnomo yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Pur ini. Rumah yang terletak di blok A6 No 96 itu sering ramai dan tidak jarang anak – anak sekolah berkerumun di halaman rumahnya.  Acaranya bisa jadi sebuah pengajian atau acara pesantren kilat remaja.  Selesai acara, biasanya anak – anak dijemput oleh para orang tuanya di masjid Al amin komplek DPR.
Selain anak – anak, rumah aleg PKS sering juga dikunjungi masyarakat sekitar komplek. Pernah di rumah aleg PKS komplek DPR RI mengadakan sesi ngobrol, perkenalan serta buka puasa dengan warga. Warga yang datang berasal dari tiga kelurahan yakni Pengadegan, Rawajati dan Durentiga. Komplek perumahan DPR RI Kalibata memang terletak diirisan tiga kelurahan yaitu Rawajati, Pengadegan, dan Durentiga.
Walaupun kadang keluarga aleg PKS berasal dari dapil selain Jakarta, tetapi mereka tetap berbaur dengan masyarakat di sekitar komplek perumahan anggota DPR RI. Aleg PKS dan keluarganya tidak canggung menyatu dengan warga dan kader yang ada di wilayah tersebut.

Para warga sangat senang diundang datang ke rumah wakil rakyat dan ternyata ada beberapa warga yang ternyata baru pertama kali merasakan masuk rumah anggota dewan. Indahnya cinta, indahnya berbagi dan indahnya harmoni kebersamaan.Kebersamaan lebih terasa ketika tidak memandang pangkat dan jabatan.

Selain aleg DPR dari PKS, para istri aleg pun tidak jarang turun ke acara – acara sekitar komplek DPR RI.  Seperti saat warga Cikoko mengadakan peringatan Maulid, salah satu pengisinya adalah istri salah satu anggota dewan dari PKS yang tinggal di komplek DPR.
Cikoko adalah keluarahan yang letaknya tidak jauh dari komplek perumahan anggota DPR RI Kalibata. sebuah komplek yang diisi oleh wakil – wakil rakyat seluruh Indonesia. Komplek wakil rakyat yang tergolong “wah” itu memang tidak seharusnya menutup diri dari masyarakat sekitar yang juga termasuk dalam kata “rakyat” tersebut. Inilah yang coba dibuktikan oleh seorang istri anggota DPR RI PKS asal Aceh.  Ustadzah Khasanah, atau kami sering memanggilnya dengan Bu Khasanah adalah istri dari anggota legislatif PKS komisi III, yaitu Nasir Jamil. Beliau sangat ramah, murah senyum, dan lembut dalam berinteraksi dengan siapa pun.
Siang itu Bu Khasanah, diminta oleh warga Cikoko untuk mengisi acara Maulid di Masjid yang berlokasi di perumahan padat penduduk di sudut wilayah Cikoko. Tanpa ragu, tanpa pikir panjang, Bu Khasanah pun menyanggupi ketika panitia memintanya untuk menjadi penceramah di acara Maulid Ibu – Ibu Cikoko. Istri aleg DPR RI ini pun tidak canggung berbaur dengan para peserta Maulid yang semuanya adalah ibu – ibu. Ibu empat orang anak ini aslinya adalah Ibu Guru SMU di Aceh sana, kemudian ikut suami ke Jakarta dan saat ini sedang mengambil kuliah doktoral di sebuah Universitas di Jakarta. Dengan latar belakang itulah ceramah Maulid yang disampaikannya pun mampu memikat banyak ibu-ibu yang hadir dengan bahasan yang terstruktur dan mudah dipahami.
Bukan hanya aksi perorangan istri anggota dewan, aksi sosial kolektif juga dikerjakan oleh ibu – ibu, istri anggota legislatif komplek DPR RI Kalibata. Mereka juga termasuk yang mempelopori acara Maulid Nabi SAW diadakan di komplek para wakil rakyat itu.
Pada saat banjir besar melanda Jakarta, beberapa rumah anggota dewan sempat digunakan untuk mengumpulkan barang – barang logistik yang akan disalurkan ke lokasi bencana. Termasuk beberapa rumah sempat dijadikan tempat mengungsi para korban banjir.
Jadi rumah komplek anggota dewan kadang memang terkesan tertutup dan eksklusif, namun itu tidak semua. Masih ada anggota dewan yang  masih benar – benar menjadi wakil rakyat, ketika rakyat membutuhkan maka anggota dewan dewan ini akan berusaha melayani rakyatnya sebagaimana tugasnya seorang wakil. (PKS PAncoran)

Related Posts