Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta, PKS : Kebijakan Tak Sinkron

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abdurrahman Suhaimi, menilai alasan ribuan warga pergi mudik ke luar kota karena adanya kebijakan yang tidak sinkron satu sama lain antara pemda DKI dengan pemerintah pusat.

 

PT Jasa Marga sendiri mencatat total 37.878 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

 

“Akibat kebijakan itu penafsiran masyarakat jadi beda-beda, lantaran antara pusat dan daerah kurang kompak soal diperbolehkan pulang kampung. Hal itu bisa menjadi bias ke masyarakat, harusnya jangan,” kata Suhaimi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (25/5/2020).

 

Ia menyebut berdasarkan keterangan Gubernur Anies Baswedan sudah 60% warga mematuhi untuk tetap di rumah selama pembatasan sosial berskala besar diterapkan. Namun, menjelang lebaran hingga hari ini masih banyak warga pergi keluar kota.

 

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H dianggap tidak efektif.

 

“Kalau dilihat dari data sebenarnya imbauan pak Anies cukup disambut baik oleh masyarakat sekitar 60 persen itu. Tapi, dengan diizinkan mudik itu kesanya pusat memperbolehkan. Ini harusnya jangan berbicara kepentingan tertentu,” kata Suhaimi.

 

Peran masyarakat juga turut andil dalam keberhasilan PSBB tahap ketiga sampai 4 Juni. Kedisiplinan warga untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 juga penting untuk menentukan apakah PSBB di DKI diperpanjang lagi atau tidak.

 

“Kembali kepada kedisiplinan masyarakatnya, kan tugasnya pemprov membuat kebijakan untuk melindungi masyarakat. Kebijakan PSBB bukan untuk mempersulit atau bikin susah, tetapi justru menyelesaikan masalah meskipun dirasakan ada kesulitan,” pungkas Suhaimi.

 

Diketahui, laporan dari PT Jasa Marga yang menyebut 37.878 kendaraan meninggalkan Jakarta itu turun 81% dibandingkan dengan lalin periode yang sama di Lebaran tahun 2019.

 

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah adalah sebesar 25% dari arah Timur, 31% dari arah Barat dan 45% dari arah Selatan.

 

Sumber : https://mediaindonesia.com/

Related Posts