PTM Terbatas di DKI, PKS: Persiapkan Dengan Matang dan Komprehensif

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, memang sudah mulai perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan di Jakarta, mengingat penularan covid-19 di Jakarta yang sudah jauh menurun. Hal ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS yang membidangi Pendidikan, Solikhah, Rabu (25/8/2021) di Jakarta.

“Namun perlu dipersiapkan dengan matang dan komperehensif,” jelas Solikhah.

Solikhah melanjutkan, apalagi para pelajar di semua tingkatan sudah merasakan kejenuhan yang sangat karena lebih dari satu tahun harus menjalani pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Dirinya khawatir kualitas pendidikan dan pengajaran kepada siswa tidak bisa mencapai tujuan dan target yang diharapkan dengan kondisi pembelajaran secara daring.

“Belum lagi kendala keterbatasan perangkat teknologi pendukung khususnya bagi siswa dari keluarga tidak mampu,” tambahnya lagi.

Namun masih menurut Solikhah, pelaksanaan PTM terbatas ini tetap harus dipersiapkan secara matang dan tidak terburu-buru. PTM sebaiknya hanya dilaksanakan pada daerah-daerah yang penularan covid sudah betul-betul cukup rendah, misalnya dengan positive rate dibawah 7% atau 10% dan tidak berada di daerah zona merah atau oranye.

Selama pelaksanaan PTM terbatas ini, Solikhah menyebutkan, protokol kesehatan juga harus dilaksanakan seperti tetap memakai masker dengan penuh dan mencuci tangan sebelum memasuki area sekolah.

“Gedung dan ruangan sekolah yang akan digunakan untuk PTM juga dilakukan penyemprotan desinfectan dulu dan juga disemprot desinfectan secara berkala setiap hari atau setiap 2-3 hari,” pintanya.

Solikhah yang juga Ketua Hubungan Kelembagaan Perempuan (HKP) BPKK DPP PKS mengatakan, dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan Pemprov DKI untuk memastikan agar semua guru dan tenaga pendidik serta staf pendukung yang akan terlibat dalam PTM juga sudah semuanya divaksin 2 dosis.

“Juga mempercepat vaksinasi untuk siswa yang sudah memungkinkan untuk divaksin usia 12-17 tahun,” tandasnya.

Bahkan untuk guru, Solikhah menyebutkan, Fraksi PKS mengusulkan perlu dipertimbangkan untuk dilakukan booster vaksin dengan suntikan ketiga vaksin Moderna bagi yang sudah 2 kali vaksinasi Sinovac.

“Untuk siswa SD yang belum divaksin, mereka yang PTM sebaiknya diutamakan yang kedua orang tua dan keluarga yang remaja sudah divaksin 2 dosis untuk memperkecil resiko penularan,” pungkasnya.

Diketahui, info dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, untuk syarat sekolah yang boleh melaksanakan PTM, pertama ynag sudah mengikuti uji coba terbatas, kedua yang sudah mengisi asesmen ada sekitar 1200 sekolah dan terakhir,  yang sudah mengikuti pelatihan untuk mengadakan kegiatan PTM.

Related Posts