Pentingnya Edukasi Peran Ayah Ditengah Fenomena Fatherless Country

by Humas PKS Jakarta

Mungkin kita pernah mendengar kalimat Fatherless Country atau negeri tanpa ayah, namun kalimat tersebut diberikan bukan berarti ayahnya tiada, tetapi keterlibatan ayah dalam pegasuhannya yang tidak ada. Indikasi fenomena ini banyak ditemukan akhir-akhir ini.

Dunia global dengan segala percepatan perkembangannya memicu dan memacu para ayah cenderung untuk menyibukkan dirinya hingga mengurangi jumlah waktu dan kedekatan seorang ayah untuk berdialog dengan anaknya. Maka ketika semakin sedikit jumlah waktunya, semakin kurang dialog dan komunikasi yang terjalin. Dan tanpa disadari ini memberikan dampak buruk bagi anak-anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Dalam kacamata psikologi banyak ditemukan korelasi kehadiran seorang ayah bagi tumbuh kembang seorang anak. Ada idiom yang mengatakan “like father, like son” yang diartikan oleh Oxford Dictionaries “bagaimana anak, bagaimana ayahnya”, istilah ini menjadi begitu populer mana kala kita menemukan di sekitar kita perilaku seorang anak merupakan cerminan dari seorang ayah.

Dalam sebuah jurnal psikologi dikatakan bahwa, “Komunikasi yang terjadi antara ayah dan anak tidak hanya dari segi kuantitas namun juga kualitas komunikasi antara ayah dan anak. Diskusi dengan ayah mengenai berbagai macam situasi dan tantangan dunia luar menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam kemampuan anak menghadapi situasi sosial yang menantang (Phares, 1993).”

Kita tahu bahwa komunikasi ini adalah kunci membangun kelekatan, keakaraban seseorang. Apalagi jika komunikasi itu terjadi antara ayah dan anak, maka keakraban antara keduanya akan terbentuk dinamis, sebagaimana tema yang diusung pada hari Ayah Nasional tahun ini yaitu ‘Ayah Hebat, Akrab Dengan Anak’.

Berdasarkan dengan uraian di atas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai  partai yang peduli pada kesejahteraan rakyat di berbagai sektor, menganggap bahwa perlu menggiring opini edukasi tentang pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak kepada seluruh keluarga Indonesia.

Maka melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menjadikan RKI sebagai basis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan psikologis keluarga dengan menghadirkan kajian-kajian parenting keluarga dan kajian fathering (keayahan) mampu memberikan perhatian besar pada para ayah tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam pengasuhan keluarga di seluruh penjuru wilayah negeri.

Sebagai bentuk kontribusi menjadi pelayan masyarakat yang berkhidmat untuk negeri PKS mengambil langkah terdepan untuk memulai membangun masyarakat dari unit terkecil yaitu keluarga. Jika keluarga sejahtera lahir dan bathin, maka sejahteralah masyarakat seluruhnya.

 

Selamat Hari Ayah 12 November 2022

Begerak terus menuju kemenangan 2024

Allahu Akbar!

Jakarta, 12 November 2022

Bunbun Wiet/ Reli Jakarta

-Ilustrasi by PKS Foto-

Related Posts