Minta Penundaan Pembukaan KBM Di Sekolah, Fraksi PKS Terima Aspirasi Komunitas WMPDK

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta diantaranya, Solikhah, Muhammad Thamrin dan Dedi Supriadi menerima aspirasi Komunitas Wali Murid Peduli Dampak Korona (WMPDK) dan dua orang tim medis mewakili dokter anak di ruang rapat Fraksi PKS DPRD DKI, Komplek Parlemen Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

 

Dalam kunjungannya, Komunitas WMPDK mempertanyakan pentingnya anak-anak untuk mulai aktif sekolah, terutama anak-anak PAUD, TK dan SD dalam kondisi pandemi Covid-19 pada bulan Juli 2020.

 

Menjawab hal tersebut, Fraksi PKS sejak awal telah mendorong dan meminta kepada Pemprov DKI dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menunda pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah sampai dipastikan aman.

 

“Alhamdulillah, di pemberitaan hari ini, isu penundaan itu akan dilaksanakan baik dari pemerintah pusat dan daerah,  jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Thamrin ini.

 

 

Thamrin juga menyampaikan, dirinya telah memberikan masukan kepada Pemprov DKI melalui media massa supaya sekolah tidak melaksanakan KBM sebelum angka penyebaran Covid-19 dibawah nol.

 

Ditempat yang sama, Solikhah yang juga duduk di Komisi Pendidikan DPRD DKI bersama Muhammad Thamrin menambahkan, kerja keras yang sudah berbilang bulan, dari seluruh petugas medis, Pemprov DKI, gugus tugas Covid-19 di level pemerintahan sampai tingkat RT dan RW, juga relawan-relawan kemanusiaan di lembaga-lembaga sosial, juga warga yang disiplin, menjadi sia-sia.

 

“Kita harus jaga anak-anak kita, keluarga kita,  kesehatan mereka semua, karena mereka adalah generasi penerus bangsa, penyelamatan jiwa lebih utama dari alasan lainnya. Dan jangan sampai anak-anak kita dijadikan uji coba, sementara pemerintah belum siap dalam segala perangkat untuk melindungi keselamatan anak didik kita,” tambah Solikhah.

 

Sementara itu, anggota Fraksi PKS lainnya, Dedi Supriadi melanjutkan, perlu sinergi semua pihak, mulai dari eksekutif, legislatif dan juga komunitas-komunitas peduli pendidikan, untuk menyuarakan penundaan proses KBM di sekolah.

 

 

“Sinergi untuk mencari solusi, karena secara psikologis, anak-anak juga akan merasakan kejenuhannya berlama-lama didalam rumah, ini yang harus dicarikan segera jalan keluarnya, format pembelajaran yang tepat,” tutup Dedi.

Related Posts