Membela Palestina adalah Harga Mati, Siapapun Presidennya

by Humas PKS Jakarta

IMG-20140711-WA029

PKS JAKARTA –Tuhan Maha Tahu apapun yang tersembunyi pada makhluk. Meski di gelap gulita malam, semut hitam berlindung di bebatuan hitam. Allah pasti tahu apa pun yang dilakukan si semut.

Hari ini meski saya tidak bisa hadir menyaksikan langsung aksi kepedulian untuk Palestina. Namun di layar kaca sempat melihat beberapa tokoh memberikan orasi kepedulian.

Tak sekedar orasi dan umbar janji. Ada aksi nyata saat itu juga, dan lagi-lagi bukan sekedar mengutuk kebiadaban Israel. Angka 2M sebuah kepedulian yang patut diapresiasi.

Pak Ical dan Pak Prabowo Subianto memberikan sumbangan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Siapa pun orangnya, apa pun agamanya (seperti Rachel Corrie) ketika ia tunjukan rasa solidaritasnya pada Palestina. Maka aku sampaikan jutaan terima kasih pada pejuang-pejuang lintas agama, lintas negara dan lintas parpol. Karena Palestina adalah tragedi kemanusiaan, siapa pun tanpa ada batas teritori, agama dan status sosial lainnya boleh membela Palestina.

Ada yang berani mengatakan.”Kalau mau sumbangan, gak usah pamer-pamer”. Begitu kata salah seorang kawan.

“Wah jangan politisasi amal donk?” ada yang menambahkan lagi.

“Geleng kepala degh bro, riya itu namanya, gak ikhlas tahu?” penuh nyinyir si kawan berjuar.

“Kalau mau sumbang ke PMI donk, biar netral!” tegas seorang kawan bernada protes dan coba menghalangi keinginan orang untuk berbagi.

Ada yang ingin menjadi Tuhan, dengan mengatakan perbuatan si I atau SP, riya dan tidak ikhlas.

Ukuran ikhlas sangat individual sekali, hanya pelaku dan Tuhan saja yang tahu. Saya tidak ingin memasuki wilayah Tuhan. Hanya Allah saja yang tahu apakah si hamba ikhlas atau tidak, dan Allah menyimpan rapi rahasia itu.

Yang kusaksikan hari ini adalah sebuah kebaikkan, dan yang terpikirkan oleh ku adalah kapan aku bisa menyumbang sebesar itu? Bukan menghakimi perbuatan orang, tapi lebih instrospeksi ke diri sendiri. Apa yang sudah di perbuat untuk Palestina. Jika kamu dan kita sudah memberikan dukungan dalam bentuk apapun. Maka kita sudah berada pada jalur yang sama, yaitu, berlomba dalam kebaikkan.

Selalu saja dan apa pun perbuatan orang. Jika melihatnya dengan mata kebencian. Sebaik dan setulus apa pun yang dikerjakan orang. Tetap saja dan selalu ada celah bagi si pendengki untuk melontarkan sumpah serapahnya.

Orang yang hatinya sudah terpaut erat pada Palestina, biasanya Allah berikan kekuatan dan kemantapan hati, walau harus meregang nyawa, seperti Rachel Corrie.

Ini bukan semata karena saya pilih no.1 saat pilpres kemarin. Jika Jokowi melakukan yang sama seperti #Prabowo dan #Ical. Pasti penaku pun akan kutulis untuknya.

Salam satu jari tambah salam dua jari jadi tiga, Persatuan Indonesia.

Membela Palestina adalah harga mati, siapapun presidennya, Titik. (Joy)

Related Posts