“Melingkar Sebelum Tunaikan Tugas”

by Humas PKS Jakarta

z90x

PKS JAKARTA – Sabtu 15/3 sehari sebelum acara kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera dimulai. Siang pukul 14 saya sudah berada di GBK. Berkesempatan bisa menyaksikan lebih dekat persiapan panitia untuk putihkan GBK. Ini kali pertama saya bisa langsung berinteraksi menyaksikan sebuah persiapan besar, tak main-main PKS menargetkan putihkan GBK dalam kampanye perdana.

Setelah puas keliling GBK, stadion kesayangan dan kebanggaan rakyat Indonesia. Adzan maghrib bergema, ruang VIP barat memang disediakan mushola, namun karena banyaknya panitia, sholat berjamaah dilakukan bergantian.

Selesai sholat, saya bergegas ingin melihat suasana GBK baik di dalam dan diluar stadion. Tapi, sebelum saya turuni anak tangga. Ada banyak anak-anak muda yang sedang melingkar. Sedang apakah? Dipandu oleh komendan regu, dari lisan-lisan anak-anak muda itu keluar lantunan zikir berjamaah, mereka membaca Al Ma’tsurat, zikir pagi-petang, begitu kata salah satu anggota kepanduan. Kebiasaan tersebut ternyata tak hanya dilakukan oleh Pandu Keadilan saja, namun dari Ketua Dewan Syuro hingga pengurus ditingkat ranting PKS, pun melakukan hal yang sama.

Pandu Keadilan melingkar sebelum tunaikan tugas, tak hanya mengandalkan kekuatan fisik yang serba terbatas, tak hanya mencari dukungan semata pada manusia yang ada batasnya.

Terkuak sudah salah satu resep sukses PKS putihkan GBK, melibatkan langit adalah yang utama dan menjadi agenda terdepan sebelum mencari dukungan manusia, dan hal itu begitu nyata terpampang dihadapanku. Pandu Keadilan tak hanya bermodal otot kekar dan pasang wajah garang saja seperti kita dapati pada Satgas di parpol lain dan ormas tertentu. Pandu Keadilan selain punya ketahanan fisik yang prima, ia juga wajib punya ketahanan hati yang kokoh, dan itu hanya bisa didapatkan dengan cara semakin mendekat pada Allah.

Malam itu mataku berkaca-kaca, namun sedapat mungkin kutahan agar buliran airnya tak jatuh, banyak orang disekelilingku, bukan waktu yang tepat untuk menangis di keramaian.

Besoknya, Ahad 16 Maret 2014, akupun jadi salah satu saksi hidup GBK memutih dipadati ratusan ribu massa PKS yang datang dari berbagai penjuru ibukota Jakarta.

Ketika ikhtiar bumi bertemu dengan kehendak langit… begitulah kisah hari itu. (Joy)

Related Posts