Manfaatkan Kanal Digital, Milenial Mulai Aktif Berkurban

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Kalangan milenial kini mulai aktif berkurban dengan memanfaatkan kanal digital. Tak heran, sekarang ini banyak lembaga penyalur hewan kurban mendigitalisasi layanannya agar bisa memenuhi keinginan generasi milenial. Dompet Dhuafa melakukan riset saat Idul Adha tahun 2020, hasilnya 40% transaksi hewan kurban Dompet Dhuafa dilakukan oleh generasi milenial.

“Generasi milenial sudah melirik untuk bisa berkurban. Riset di internal kami, 40% transaksi kurban dilakukan oleh usia 25-35 tahun. Terlebih saat ini generasi milenial menginginkan pembelian hewan hingga distribusi nya dengan cara yang praktis dan tepat sasaran,” kata Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih dalam webinar UMKM Series yang diselenggarakan oleh Jagatbisnis.com dan WanitaIndonesia.co secara virtual, Sabtu (17/7/2021).

Untuk kalangan lainnya, kata Faqih, transaksi hewan kurban diinginkan langsung dengan ketemu hewan kurbannya, dan minta didoakan, serta pembayarannya menggunakan uang cash. “Berbeda dengan generasi milenial yang ingin serba praktis, singkat terlebih dengan metode pembayaran online. Kalau ingin didoakan, semua yang berkurban juga ingin didoakan namun generasi milenial juga yakin bahwa doa itu bisa dilakukan kapan saja,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan rencana Dompet Dhuafa melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban di tengah pandemi dan status di beberapa daerah yang masuk PPKM Darurat? Faqih menjelaskan sejak 2020, Dompet Dhuafa telah melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH). “Jika sebelum covid, kami selalu memotong hewan kuran di tempat pendistribusian daging kurbannya. Namun karena takut menimbulkan kerumunan maka kami pusatnya di RPH atau di kandang langsung,” jelasnya.

Disamping itu, Dompet Dhuafa juga mengkhususkan penerima manfaat hewan daging kurban diarahkan untuk daerah tertinggal, terluarĀ  dan terpencil. “Kami juga mendistribusikan daging kurban yang sudah dipacking. Hal itu untuk mengurangi terjadinya daging kurban yang basi atau berkurang kualitasnya,” jelasnya.

Terkait dengan rencana pemotongan hewan kurban di Jakarta, Anggota DPRD Fraksi PKS Taufik Zoekifli menjelaskan jumlah RPH di Jakarta masih terbilang sedikit jika semua pemotongan hewan kurban di masjid dan mushala Jakarta dialihkan ke RPH. “Jumlah RPH masih terbatas jadi tidak bisa menampung semua. Maka dari itu, masyarakat bisa tetap melakukan pemotongan hewan kurban di masjid atau mushala namun menggunakan protokel kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Terlebih, kata Taufik, Kementerian Agama sudah menerbitkan tata cara penyembelihan hewan kurban disaat pandemi. “Atau masyarakat bisa memanfaatkan tanggal haram seperti tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah. Jadi tidak akan menyebabkan kerumunan,” katanya.

 

Sumber: neraca.co.id

Related Posts