Legislator PKS DPRD DKI Apresiasi Evaluasi PSBB, Jadikan Kualitas Udara Jakarta Membaik Sampai Berkurangnya Produksi Sampah Warga

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Sejumlah pihak mengapresiasi evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang dilakukan Gubernur DKI Anies beberapa waktu lalu, tidak terkecuali anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Yusriah Dzinnun yang menyoroti membaiknya kualitas udara Jakarta selama dilangsungkannya kebijakan PSBB.

 

Yusriah yang duduk di Komisi Lingkungan Hidup DPRD DKI Jakarta mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kebijakan PSBB yang membawa dampak kepada kualitas udara di Jakarta yang kita hirup setiap harinya.

 

“Beberapa bulan lalu kita merasakan buruknya kualitas udara di ibukota bahkan menduduki peringkat teratas terburuk di dunia, saat ini dengan adanya kebijakan PSBB, udara ibukota membaik,” kata politisi perempuan PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara III ini, di Jakarta, Senin (4/5/2020).

 

Disisi lain, masih terkait lingkungan hidup, Yusriah juga bersyukur efek PSBB ini juga mengurangi produksi sampah warga kota yang sangat sibuk ini. Menurut keterangan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, PSBB pada 1-15 Maret, rata-rata beratnya adalah 9.346 ton per hari. Kemudian pada 16 Maret -9 April tonase sampah turun menjadi 8.485 ton per hari.

 

“Ini sangat mengembirakan, kita semua berharap masyarakat akan melakukan seperti ini dimasa normal atau setelah tidak adanya wabah pandemi ini, mari kita jaga bersama,” harap Yusriah.

 

Diketahui, kembali kepada kualitas udara ibukota, berdasarkan data yang dihimpun oleh DLH DKI, seperti yang dilansir tirto.id, Konsentrasi Maksimum PM2,5 saat diterapkannya PSBB sangat menurun dibandingkan sebelum diterapkannya kebijakan tersebut sekitar 0.02% sampai 35.07% di 5 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

 

Konsentrasi Maksimum PM2,5 saat PSBB di seluruh SPKU memenuhi Baku Mutu Harian (<65ug/m3). Adapun data penurunan polutan mulai dari tanggal 13 sampai 19 April 2020, di SKPU Bundaran HI menurun sebesar 0,02% ; Kelapa Gading 30,89% ; Jagakarsa 5,74% ; Lubang Buaya 35,7 % ; Kebun Jeruk 25,75 %.

Related Posts