Kembali Undang Warga RW 06 Kebon Sirih, Pemko Jakarta Pusat, BWI dan DMI DKI, Fraksi PKS: Terima Informasi Lebih Banyak, Carikan Solusi Terbaik Masjid Al Huriyyah

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Kelanjutan dari kontroversi pembongkaran Masjid Al Huriyyah, Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat, oleh PT GLD Property atau PT MNC Property Group, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta kembali mengundang warga RW 06 Kebon Sirih yang diwakilkan Ketua RW Tomy Tampatti dan mantan pengurus DKM Masjid Al Huriyyah Tantowi Jauhari, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi DKI Jakarta KH. Ali Sibromalisi dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta KH. Ma’mun Al Ayyubi, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma yang didampingi Assisten Kesra Jakarta Pusat Fahmi, Ketua DMI Jakarta Pusat KH Syawaluddin H, Lembaga Peduli Nusantara (LPN) Arthur Noija beserta jajarannya yang mendampingi dari sisi hukum warga RW 06, Senin (18/4/2022) di Kantor Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani mengatakan, Fraksi PKS menerima masukan serta informasi yang cukup banyak sehingga langkah yang akan diambil dari warga yang diwakilkan Ketua RW 06 akan mendapatkan solusi terbaik.

“Kami berterima kasih atas informasi yang cukup lengkap dari Walikota Jakarta Pusat oleh Assisten Kesranya, BWI DKI dan DMI DKI untuk menguatkan apa yang sudah disampaikan Ketua RW 06,” kata Achmad Yani yang berasal dari daerah pemilihan Jakarta Selatan VIII ini.

Kedepan menurut Yani, Fraksi PKS berencana akan mengundang juga pihak PT GLD Property, Pengurus Yayasan Al Huriyyah dan Nazhir serta pengurus BWI DKI periode sebelumnya. Menurut KH Ali Sibromalisi (Ketua BWI sekarang) kesalahan administratif proses ruislag Al Hurriyah dilakukan oleh kepengurusan BWI periode lalu. KH Ali Sibromalisi juga berpendapat bahwa proses ruislag seharusnya diulang dari awal yang berarti pembongkaran Masjid harus dihentikan dulu.

Yani menambahkan, seperti yang dikatakan KH Ali, adanya proses yang tidak sesuai aturan ini juga terkait dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang wakaf, sehingga ini menjadi introspeksi bersama untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang wakaf.

“Agar kami mendapat informasi yang cukup dari kedua belah pihak, sehingga mudah-mudahan ada jalan terbaik setelah mendapatkan masukan yang utuh, seperti halnya yang disampaikan Wagub DKI akan turun tangan menangani masalah ini,” ujarnya.

Dari Fraksi PKS DPRD DKI sendiri yang menerima para tamu diantaranya Penasehat Fraksi PKS Khoirudin, Sekretaris Fraksi PKS M. Taufik Zoelkifli, Wakil Ketua Fraksi PKS Ismail dan Wakil Bendahara Fraksi PKS Israyani yang berasal dari dapil Jakarta Pusat, serta Anggota Komisi E DPRD Fraksi PKS KH. Muhammad Thamrin yang juga concern terkait permasalahan keumatan.

Related Posts