HNW: PKS Partai Oposisi, Inklusif, dan Berkomitmen untuk Indonesia

by Humas PKS Jakarta

Jakarta (31/12) – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menegaskan posisi PKS dalam pemerintahan adalah oposisi. Meskipun demikian, PKS tetap berkomitmen untuk Indonesia dan menjadi partai yang inklusif dengan kelompok apapun.

Hal itu disampaikan Hidayat saat membuka acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Sumatera Utara di Kota Medan yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Letjend TNI AD (Purn) Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumatera Utara, dan Anggota DPR RI dan DPRD Sumatera Utara dari PKS serta ratusan pimpinan PKS wilayah, Sabtu (28/12/2019).

“PKS adalah Indonesia. Itulah kata yang menggambarkan bagaimana kiprah PKS di Indonesia. Sekalipun mempunyai kekhasan dalam berpolitik, tapi kiprah politik PKS dari tahun ke tahun semakin menunjukan PKS telah terbukti dapat berkomunikasi dan berkoalisi dengan beragam unsur yang ada di Indonesia,” jelas Hidayat.

Menurut Hidayat, komitmen itu terbukti dalam kiprah PKS selama ini, khususnya dalam Pilkada dan Pilpres. Pada Pilkada DKI tahun 2007, misalnya, PKS diterima untuk mengusung Mantan Wakil Kapolri Komjen Pol Adang Daradjatun sebagai calon Gubernur DKI saat itu. Selain itu, pada Pilkada Sumatera Utara 2018, PKS diterima untuk mengusung Mantan Pangkostrad, Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai calon Gubernur Sumatra utara yang telah diputuskan menang untuk menjadi gubernur periode 2008-2013.

Bahkan, dalam Pilkada di Provinsi Papua, tambah Hidayat, PKS juga pernah diajak berkoalisi dengan Partai beraliran agama Kristen Protestan, yaitu Partai Damai Sejahtera (PDS). Demikian juga dalam Pilpres, PKS pernah diajak bergabung mendukung capres dari Partai Demokrat maupun Partai Gerindra.

“Ini semua menegaskan bahwa PKS adalah partai yang meng-Indonesia. Karenanya kalau bicara tentang inklusivitas, moderasi, dan komitmen untuk Indonesia, PKS sudah khatam (selesai, red). Bahkan sekalipun PKS tetap istikamah sebagai Partai Oposisi,” tegas Wakil Ketua MPR RI ini.

Bahkan, baru-baru ini, DPP PKS telah membangun kehangatan dan kedekatan komunikasi dengan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) yang diterima langsung oleh Pdt Henriette Tabita.

Karena itu, Hidayat menyerukan kepada Peserta Rakorwil Sumatera Utara, agar tahun 2020 ke depan dijadikan sebagai Tahun Rekruitmen untuk merekrut anggota dan kader partai baru.

Rekrutmen itu dapat berasal dari ratusan ribu para saksi untuk PKS pada Pemilu 2019 kemarin, maupun dari warga yang telah pilih PKS pada Pemilu Legislatif yang lalu, “Agar PKS bisa makin kokoh melayani Umat dan Bangsa di Sumatra Utara,” harapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya Rakorwil ini, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jakarta II ini mengingatkan juga agar DPW PKS Sumatra Utara siap untuk mensukseskan Pilkada serentak di 270 daerah Kota dan kabupaten, dengan meraih kemenagan 60 persen dari total Pilkada yang dilaksanakan.

“Salah satu kunci utamanya dalam mewujudkan target tersebut adalah menjalin komunikasi politik dan koalisi yang efektif. Peran kebangsaan juga harus terus dilakukan PKS dengan kegiatan silaturahim dengan ormas Islam. Seperti PP Muhammadiyah dan Al-Washliyah di Sumatra Utara” pesan Hidayat.

Karena itu, Rakorwil PKS Sumatera Utara ini jadikan sebagai sarana konsolidasi seluruh potensi struktur partai untuk menjadi lebih kokoh. “Semoga PKS semakin kokoh melayani rakyat Sumatera Utara,” harap Hidayat.

Rekrutmen anggota partai baru tersebut dapat dilakukan dengan Program Sekolah Cinta Indonesia dan program-program menarik lainnya, baik untuk generasi milenial ataupun untuk para emak di tahun 2020.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menambahkan, PKS adalah partai yang solid dan kuat kaderisasinya. “Dan PKS bukanlah partai radikal. Pembelaan PKS terhadap umat kelak akan membawa PKS menjadi partai besar yang akan membawa perbaikan untuk kondisi bangsa,” tegas Edy.

Related Posts