Hidayat Nur Wahid: Charlie Hebdo Bermotif Bisnis, Bukan Kebebasan Berpendapat

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Politikus Senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid, meminta agar semua pihak merenungi kembali keputusan media Prancis Charlie Hebdo yang gemar dan terus menyajikan kartun, kerap dengan nada negatif, terkait tokoh-tokoh keagamaan.

Charlie Hebdo bisa saja berlindung di balik premis kebebasan berekspresi. Namun di sisi lain, tindakan demikian justru bisa dianggap sebagai pelecehan terhadap kebebasan berekspresi itu sendiri karena motif bisnis di baliknya.

“Inilah yang menjadi perdebatan umum. Apakah kebebasan berekspresi itu bisa apa saja? Bisa menghina orang bahkan menghina nabi? Padahal jika mengacu kepada tanda kutip ada juga tentang kebebasan yang bertanggung jawab,” jelas Hidayat di Jakarta, Jumat (16/1).

Menurutnya, secara prinsip, kebebasan pers harus dihormati. Namun, semua pihak juga seharusnya bersedia menghormati tokoh-tokoh yang disucikan. Apabila, jika produk kreasi semacam karikatur kemudian dianggap tidak menghadirkan apa-apa kecuali permusuhan dan konflik.

“Sangat disayangkan, sesuatu peristiwa dianggap tidak bisa mengormati hak asasi yang luas, tapi bahkan menjadikannya sebagai bisnis. Dan ini bisnis besar, dimana dengan tiga juta eksemplar, dan laku keras. Mereka jadi untung besar,” kata Hidayat.

“Ini kan melecehkan kebebasan ekspresi itu sendiri, kebebasan ekspresi datang dengan bisnis,” tegas Hidayat lagi.

Sumber ; http://m.beritasatu.com/nasional/241298-hidayat-nur-wahid-charlie-hebdo-bermotif-bisnis-bukan-kebebasan-berpendapat.html

Related Posts