Dokter Lois Serampangan dan Ganggu Ketertiban Umum

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Saya setuju bahwa seharusnya dokter Lois tidak ditangkap atau ditahan. Lebih bagus jika dia diajak diskusi dengan para ahli ilmu kedokteran atau epidemiologi atau ahli virus yang kompeten dalam forum terbuka.

Tapi saya berpendapat pernyataan-pernyataan dokter Lois sangat berbahaya. Misalnya pernyataan seperti: “Tidak perlu pakai masker. Bakar aja itu masker.”

Memang bagi masyarakat awam menjadi sangat menggembirakan karena orang bisa bebas, tanpa perlu masker lagi untuk pergi keluar. Atau “jangan minum obat yang diberikan dokter ketika divonis Covid-19, karena obat itu yang akan membunuh.”

Jika kedua hal tersebut dilakukan maka pertambahan jumlah penderita Covid akan jauh lebih hebat daripada sekarang.

Pernyataan ini berdasarkan pada pengalaman satu setengah tahun terakhir. Saya membina lembaga pendidikan. Kejadian menjalarnya Covid-19 pada guru, pegawai dan anak didik ketika tidak menjaga jarak dan tanpa masker adalah sesuatu yang nyata. Dan saya pernah kena Covid-19 kemudian sembuh. Dalam proses penyembuhan saya minum obat.

Saat ini, serangan Covid tidak bisa hanya dianggap seperti flu biasa. Sebagaimana istri dan anak DR Refly Harun yang kena Covid dan “cuma” butuh isoman di rumah.

Keadaan hari ini di RS Jakarta, BOR (Bed Occupancy Rate) sudah 95%. Artinya sangat banyak pasien Covid yang tidak seberuntung istri dan anak DR RH yang cukup isoman di rumah. Mereka yang menderita Covid sedang dan berat harus dirawat inap. Dan jumlahnya membludak.

Kebebasan memberikan pendapat di alam demokrasi jangan dilakukan dengan serampangan. Pendapat dari orang yang tidak berkompeten terhadap suatu masalah, jangan diberi panggung. Apalagi kemudian disebar kepada publik.

Tentu masyarakat awam akan terpengaruh. Apalagi fisik dan cara bicara sang dokter sangat menarik. Padahal dari data yang ada di media, kompetensi “dokter” Lois sangat tidak sepadan dengan ahli-ahli WHO dan atau pendapat para ahli kedokteran atau virus atau epidemi lain.

Kasus ini berbeda dengan pendapat Galileo Galilei yg mendukung teori Copernicus bahwa Matahari adalah pusat Tata Surya. Yang mana pendapat Galileo itu berseberangan dengan keyakinan Gerejawan. Pendapat Galileo tersebut tidak berpengaruh pada kehidupan manusia pada saat itu. Tidak menjadi malapetaka bagi kesehatan dan kehidupan manusia.

Tetapi saat ini, mengatakan bahwa tidak ada Virus Covid-19 disekitar kita, sehingga tidak perlu pakai masker. Tidak perlu minum obat bagi yang divonis sakit Covid. Tidak perlu takut bepergian. Destinasi wisata dibuka saja seluas-luasnya. Silakan adakan pertemuan, pesta, konser musik dan lain-lain?

Yang mana, kenyataan di sekitar kita, manusia bertumbangan, termasuk para tenaga kesehatan, dan sebagiannya adalah orang-orang yang kita cintai. Kemudian para ahli jelas-jelas mengatakan bahwa ADA wabah Corona Virus Disease 19.

Kesimpulan saya: dokter Lois telah mengganggu ketertiban umum dan Negara atau Pemerintah harus turun tangan.

Tapi seperti yang saya nyatakan di awal, tidak perlu dikriminalisasi lah. Di ajak diskusi secara ilmiah saja dengan para ahli yang kompeten. Biar ada pencerahan bagi masyarakat.

 

Muhammad Taufik Zoelkifli

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS

 

Sumber : RMOLDKIJakarta

Related Posts