DKI Raih Penghargaan STA, Politisi PKS Ingatkan Tidak Saling Klaim

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Dinilai berhasil membangun sistem transportasi kota yang berkesinambungan, DKI Jakarta dianugerahi Sustainable Transport Award (STA) 2021.

Terkait hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli atau akrab disapa MTZ menyebut sistem transportasi di Jakarta seperti cerita bersambung sejak zaman Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

“Beliau menggagas TransJakarta kemudian memulai pembangunannya. Fauzi Bowo (Foke) meneruskannya. Di zaman Foke pula rute dan jalur-jalur ditambah,” kata MTZ kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Minggu (1/11/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melanjutkan, zaman Gubernur Jokowi ditambah dengan perencanaan MRT dan LRT.

Perkembangannya pun semakin mulus ketika Jokowi naik jadi presiden digantikan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Karena presidennya adalah Jokowi, maka pembangunan MRT dan ditambah LRT saat Asian Games 2018 bisa berlangsung,” sambungnya.

Menurut MTZ, Ahok dapat backup kuat dari RI-1 untuk membangun transportasi Jakarta. Kemudian setelah itu datanglah era Anies Baswedan.

Di masa ini pembangunan transportasi makin berkesinambungan. Dimana zaman Anies dikenal JakLingko, sistem yang mengintegrasikan antara moda transportasi Transjakarta, MRT, LRT dan angkutan kota.

“Angkot yang tadinya dipandang sebelah mata jadi naik kelas di zaman Anies. Dan pembangunan masih terus berlanjut,” beber MTZ.

Dengan demikian, MTZ menegaskan semua Gubernur Jakarta sejak Sutiyoso mempunyai andil membangun sistem transportasi modern di Jakarta. Juga yang patut diingat, jangan serta melupakan kerjasama warga dan anggota dewan.

“Itulah makna ‘Sustainable Development’ atau pembangunan yang berkelanjutan. Untuk membangun kota apalagi negeri perlu keberlanjutan, kesinambungan dan kerjasama dari semua pihak. Tidak bisa nafsi-nafsi, sendiri-sendiri atau saling klaim,” pungkas MTZ.

 

Sumber: RMOL

Related Posts