Dewan PKS Minta Dinas KPKP Sosialisasikan Masif Antisipasi PMK untuk Hewan Kurban

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak ruminansia dan merebak di Indonesia saat ini menimbulkan kekhawatiran. Wabah PMK saat ini datang pada saat menjelang Idul Adha dimana banyak masyarakat akan membeli dan menyembelih hewan qurban yang berasal dari jenis ruminansia yang juga menjadi sasaran wabah PMK ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) untuk segera melakukan  sosialisasi masif dan edukasi tentang wabah PMK ini mengingat Idul Adha yang semakin dekat dan mulai banyak pedagang mulai menjual hewan kurban di beberapa tempat.

“Semakin mendekati Idul Adha, jumlah pedagang itu akan semakin banyak dan hewan yang akan didatangkan dari luar juga semakin banyak. Padahal hewan kurban seperti kambing, sapi dan kerbau termasuk jenis hewan yang terserang PMK ini,” jelas Yani, Jum’at (10/6/2022).

Menurut anggota Komisi B ini, masyarakat terutama pedagang dan panitia kurban di Masjid, Mushola, perkantoran dan sekolah perlu mendapatkan sosialisasi tentang ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, bahaya hewan yang terjangkit PMK dan bagaimana penanganan daging dan bagian-bagian hewan seperti kulit juga bagian dalam, hewan yang terjangkit PMK.

“Masyarakat umum juga perlu mendapatkan edukasi ini agar pemasakan daging ataupun bagian dalam dari daging kurban yang kemugkinan terjangkit PMK bisa dilakukan dengan benar,” sambung Yani.

Yani mengingatkan, tahun 2021 saat masih dalam situasi pandemi saja, ada 530 tempat penampungan/penjualan hewan kurban dan jumlah hewan yang diperiksa 38.864. Sementara jumah masjid mencapai 2.938 dan Musholla sebanyak 2.832 yang akan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, belum lagi perkantoran dan sekolah.

Tahun ini ketika pandemi mulai mereda, diperkirakan  jumlah tempat penampungan dan penjualan hewan kurban akan meningkat. Maka pengawasan atas lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Jakarta juga harus lebih ketat dan jumlah hewan yang harus diperiksa juga lebih banyak.

“Namun yang lebih penting lagi adalah sosialisasi dan edukasi yang benar tentang PMK ini kepada pedagang kurban, panitia kurban dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.

Related Posts