Cuma Orang Dendam Yang Ragukan Pemprov DKI Cetak Quattrick Opini WTP

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Selain DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat juga meraih opini WTP dari BPK RI untuk laporan keuangan tahun 2020.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, BPK merupakan lembaga resmi yang profesional dalam menjalankan  tugasnya.

“Jadi sangat lucu kalau ada orang yang merendahkan pencapaian WTP dari Pemda DKI atau Pemda Jabar dengan mengatakan ada ‘main’ antara BPK dengan Pemda atau pihak yang diperiksa,” kata Taufik saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (1/6).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku banyak menemukan di media sosial warganet yang mempertanyakan hasil pemeriksaan BPK.

“Malah menyerang telah terjadi ketidak becusan Pemda DKI mengurus keuangan. Yang diserang antara lain tentang dana Formula-E,” kata Taufik.

Menanggapi hal ini, Taufik menduga pihak yang meragukan hasil BPK lantaran masih memiliki dendam yang tak berkesudahan.

Ia pun meminta semua pihak untuk dapat bersikap bijak dan negarawan dalam memandang permasalahan bangsa ini.

Sebelumnya, saat dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat paling mentok Pemprov DKI meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP) yakni empat tahun berturut-turut, 2013, 2014, 2015, dan 2016.

“Secara data dan fakta yang ada, memang Pemda DKI mendapatkan WTP di zaman Anies Baswedan. Di masa sebelumnya hanya WDP,” tegas Taufik.

“Tidak perlu kemudian dicari cara mendegradasi opini WTP Pemda DKI saat ini karena enggak suka dengan Gubernur yang sekarang,” pungkas Taufik.

 

Sumber: rmoldkijakarta.id

Related Posts