Anies Baswedan Dituduh Terima Rumah Mewah, Ini Tanggapan DPRD DKI

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Beredar rumor di media sosial terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima sebuah rumah mewah dari hasil pengembang reklamasi. Tudingan tersebut disinyalir sebagai berita bohong atau hoaks untuk mendiskreditkan nama Anies.

Ketua Komisi B DPRD DKI Fraksi PKS Abdul Azis tak ingin berkomentar banyak, lantaran tudingan tersebut hanyalah hoaks yang dilancarkan lawan politik Anies.

“Saya Kira berita hoax seperti ini tidak pantas dikomentari apalagi yang mempopulerkan adalah lawan politik Anies ya,” katanya saat dihubungi Limapagi.com, Minggu, 23 Mei 2021.

Aziz menilai, semakin dekat pelaksanaan pemilu, maka semakin gencar pula informasi hoaks yang beredar di masyarakat terhadap nama-nama yang masuk ke dalam bursa pemilu.

Nama Anies sendiri diketahui menjadi salah satu kandidat yang memiliki elektabilitas teratas sebagai calon presiden 2024 berdasar hasil survei dari Lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) baru-baru ini.

“Kita tanggapi biasa-biasa saja makin dekat pemilu akan makin banyak berita seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Aziz, jika Anies memang benar terindikasi menerima gratifikasi, lebih baik langsung dilaporkan ke pihak berwenang, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kendati demikian dia mengingatkan, bila ternyata informasi itu terbukti hanyalah hoaks, maka pihak yang menggorengnya harus bersiap juga menerima tuntutan balik dari pihak Anies.

“Kalau memang benar silahkan dilaporkan, tapi yang mempopulerkan juga harus siap bertanggung jawab jika dituntut balik karena menyebarkan fitnah,” tutur Aziz.

Sebelumnya,  pegiat media sosial, Denny Siregar menuding Gubernur Anies Baswedan menerima gratifikasi sebuah rumah mewah dari pengembang reklamasi. Hal itu diungkapkan Denny lewat  akun twitternya  @Dennysiregar7.

“Ada isu @aniesbaswedan terima hadiah rumah dari pengembang reklamasi,” cuitnya

Denny pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa mengusut hal tersebut. Denny berdalih pengusutan KPK dilakukan agar isu itu tidak bergulir menjadi fitnah.

“Supaya jangan terjadi fitnah, mungkin @KPK_RI bisa bantu selidiki,” ujarnya.

 

Sumber: limapagi.com

Related Posts