MTZ: BUMD DKI Sektor Pariwisata Perlu Bebenah Diri

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Dalam sidang paripurna pembacaaan Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi atas pidato Gubernur DKI Jakarta tentang Rancangan Perda APBD DKI 2021, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli atau akrab disapa MTZ, hadir membacakan sikap-sikap Fraksi PKS.

Hal yang menjadi salah satu sorotan, adalah kinerja BUMD di sektor pariwisata yang harus terus dibenahi, karena adanya pandemi COVID-19. BUMD yang bergerak di sektor pariwisata secara khusus PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

“Situasi pandemi juga perlu menjadi momentum bagi BUMD di sektor pariwisata ini untuk melakukan evaluasi dan reorientasi pengembangan bisnisnya sehingga lebih adaptif dan mampu bersaing dalam situasi yang cepat berubah,” terang MTZ dalam pembacaan PU Fraksi PKS, Jum’at (27/11/2020).

Telah tiga tahun terakhir, MTZ menyebutkan, Jaktour tidak memberikan kontribusi PAD melalui dividen. Terlebih, bidang usaha Jaktour adalah hotel dan penginapan. Di masa pandemi Covid-19, tingkat hunian kamar hotel di seluruh Indonesia, termasuk DKI Jakarta, turun menjadi sekitar 32 persen saja. Ditambah lagi, aset-aset Jaktour yang telah mengalami penurunan kualitas, menyebabkan hotel-hotel milik Pemda DKI ini sulit bersaing.

Sementara itu, untuk PT Pembangunan Jaya Ancol, laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit periode Januari-September 2020 mencatat kerugian di kuartal III-2020 mencapai Rp252,12 miliar. Bila dibandingkan kuartal III-2019, Ancol masih mencatat laba sebesar Rp153,96 miliar.

“Kerugian ini terjadi karena penutupan total berbagai wahan selama beberapa waktu. Telah beberapa kali pihak Ancol melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta,” kata MTZ.

“Kinerja BUMD perlu dioptimalkan di era pemulihan ekonomi ini sehingga kontribusinya terhadap PAD bisa lebih ditingkatkan,” urainya lebih jauh.

Selain dua BUMD itu, ada juga anak perusahaan BUMD yang memiliki bidang usaha pariwisata yaitu PT Pulomas Jaya. Salah satu portofolionya, adalah Ria Rio Park.

MTZ juga menggarisbawahi mekanisme kontrol kepada anak perusahaan BUMD ini, dalam pembacaan pemandangan umum fraksi.

“Demikian juga dengan anak perusahaan BUMD yang perlu dibuatkan mekanisme kontrol agar berkontribusi langsung pada PAD serta meningkatan kemampuannya dalam pelayanan publik kepada warga Jakarta,” katanya mengakhiri.

MTZ berharap, kedepan, BUMD lebih maksimal lagi memberikan PAD melalui dividen, dan juga terus memperbaiki layanan publiknya kepada masyarakat DKI Jakarta.

Related Posts