Waka DPRD: Pusat dan DKI Tak Seirama, Warga Mulai Padati Pasar Tanah Abang

0
11

Jakarta – Warga diketahui berkerumun di kawasan Pasar Tanah Abang beberapa hari belakangan ini. Para pedagang kembali membuka lapak layaknya hari normal tanpa PSBB. Padahal, PSBB Jakarta tahap dua masih berlaku hingga 22 Mei 2020. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, menduga warga memadati Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat lantaran pemerintah pusat dan DKI tidak seirama. Menurut dia, ada perbedaan kebijakan sehubungan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Kalau misalnya DKI menerapkan PSBB, kemudian pusat mengumumkan pemberlakuan relaksasi. Hal itu dapat membingungkan masyarakat, bingung mana yang mau diikuti,” kata Suhaimi, Selasa (19/5/2020).

Legislator sekaligus Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS DKI itu juga mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam hal mengimplementasikan aturan. Dengan begitu, warga tak akan bingung dalam bersikap dan tetap patuh agar tidak berkerumun.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyebutkan tak ada pelonggaran terkait aturan PSBB yang sudah berlaku. Bahkan, warga DKI dilarang mudik lokal ke Jabodetabek. Akan tetapi, pemerintah pusat kemudian mengumumkan wacana relaksasi PSBB di tengah kebijakan DKI yang sedang memperketat pembatasan mobilitas orang.

Suhaimi mengingatkan agar pemerintah tidak membuat masyarakat bingung dengan kebijakan yang berbeda-beda. Meski relaksasi PSBB masih menjadi wacana, dia menilai, perbedaan sikap dan perilaku warga akan cepat muncul, sehingga mengakibatkan PSBB tidak berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Itu menjadi tidak enak di masyarakat diterimanya, karena akan menyambutnya sesuai dengan kepentingan. Yang peduli dengan kesehatan terhadap wabah corona akan mengikuti gubernur, yang butuh misalnya relaksasi akan mengikuti pusat,” tutup politisi PKS Kebon Sirih ini.