Tingkatkan Gizi Anak, Fraksi PKS Jakarta Dukung ‘Revolusi Putih’ di Ibukota

Jakarta – Rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk menjalankan program ‘Revolusi Putih’ di DKI Jakarta mendapatkan dukungan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Yusriah Dzinnun, Senin (6/11/2017) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

 

Menurut Yusriah, ‘Revolusi Putih’ yang dimaksud adalah upaya Pemprov DKI dalam meningkatkan gizi anak-anak di ibukota dalam penyediaan susu sapi bagi masyarakat kurang mampu, dan jika direalisasikan ini akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Jakarta. “Kita harus tingkatkan kualitas hidup masyarakat terutama masyarakat menengah bawah yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata politikus perempuan dari PKS DKI Jakarta ini.

 

Menjadi hal yang sangat ironis ketika anggaran Pemprov DKI berlimpah tapi masih ada bayi yang meninggal akibat gizi buruk. Di periode sebelumnya masih terdapat kasus gizi buruk yang menyebabkan balita meninggal di Jakarta. “Revolusi putih bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan gizi masyarakat sehingga angka kecukupan gizi masyarakat menengah ke bawah di Jakarta dapat terpenuhi,” papar Yusriah.

 

Saat ini jumlah anak-anak di Jakarta yang masuk ke dalam usia Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) mencapai sembilan ratus ribu orang. Sedangkan berdasarkan data penerima KJP di DKI Jakarta, siswa SD berjumlah lebih dari empat ratus ribu siswa. Anak-anak usia TK dan SD merupakan prioritas karena pembentukan kecerdasan ada di fase anak-anak hingga usia 11 tahun. “Itu artinya balita hingga siswa SD merupakan prioritas dalam pemenuhan angka kebutuhan gizi,” sambung Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta bidang perekonomian ini.

 

Yusriah juga menambahkan, ‘Revolusi Putih’ ini juga diharapkan dapat meliputi kebutuhan kalsium bagi pertumbuhan remaja dan lansia untuk mencegah osteoporosis. Jadi kebutuhannya berbeda dengan anak-anak TK dan SD. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah DKI dalam mewujudkan program ‘Revolusi Putih’.

 

“Kami di Komisi B siap mendukung ‘Revolusi Putih’ dalam meningkatkan gizi warga Jakarta, karena kami meyakini, ini sejalan dengan keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mewujudkan Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya,” jelas Yusriah.

 

Saat ini angka konsumsi susu sapi Indonesia adalah 17,2 kg per tahun per kapita. Angka tersebut jauh lebih rendah dari negara-negara di ASEAN. Data Agustus 2017 menunjukkan tingkat konsumsi susu di Singapura dengan angka 48,6 kg per kapita, Malaysia 36,2 kg per kapita, Thailand 33,7 kg per kapita, Myanmar 26,7 kg per kapita, dan Filipina 17,6 kg per kapita. (can/zak/fpksjakarta)