Terjadi Kekacauan Hari-H Pencoblosan? Ini Cara Lapornya!

IMG-20170401-WA0092

Jakarta (4/1) – DPW PKS DKI Jakarta menyelenggarakan konsolidasi bagi seluruh Tim Advokasi dan Kepanduan (pengamanan) hingga tingkat kecamatan (DPC), di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (4/1).

Dalam kesempatan ini, Ketua Tim Advokasi Pemenangan Anies-Sandi, Agus Otto menjelaskan soal  mekanisme pelaporan jika terjadi kekacauan (chaos) saat pelaksanaan Pilkada 19 April 2017.

“Ketika ada chaos, maka hal yang pertama harus dilakukan adalah,tangkap pembuat chaos tersebut. Lalu kita bawa ke bawaslu, dan kepolisian untuk diproses secara hokum,” tegas Otto.

Mewakili paslon Anies-Sandi, dirinya juga meminta kepada seluruh relawan, simpatisan, kader, maupun masyarakat agar menahan diri untuk tidak terlibat konflik saat terjadi chaos. Jangan sampai chaos ini, tegas Otto, merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun dalam sebuah proses pilkada.

“Oleh karena itu, kita menginginkan bahwa pilkada Jakarta tidak ada chaos, jika ada misalnya seperti Iwan Bopeng, Iwan Batak, dan sebagainya kita proses penegakan hukum tetap dijalankan, tanpa memandang siapapun orangnya,” tegas advokat dari Peradi ini.

Tim Anies-Sandi meyakini bahwa kepolisian Republik Indonesia bisa menangani dengan baik, dan bisa memproses kejadian tersebut dengan baik, sehingga pelanggaran hukum terkait pidana pilkada bisa optimal.