STRUKTUR

 

2 Comments on “STRUKTUR”

  1. Pks dki harus menekankan anggota dewannya untuk mulai bisa berbagi dengan kadernya sendiri, karena saya lihat aleg pks tidak jauh beda dengan aleg partai lain yang sibuk hanya 5 tahun sekali, banyak kader di level grasroot yg kecewa karena setelah pileg aleg yg sudah duduk di kebon sirih jangankan berkunjung ke tempat mereka blusukan waktu kampanye, mengundang para relawannya pun hampir tidak pernah ini kejadian di dapil saya, dan melihat fenomena ini saya melihat kemunduran pks di dki akan semakin parah

  2. Di tekankan agar jangan ada lagi persaingan di internal caleg pks dan harus fokus untuk saling mendukung di dalam mengkover area pemilihan, inilah tugas utama dari manager dapil agar mampu mengatur tiap caleg dpr ri berpasangan dengan caleg dprd dan menempatkan atau membagi mereka ke dalam daerah garapan pemilih di tiap wilayah tingkat dpc dan dpra, kemudian pembentukan tim pemasaran sekaligus tim pengamanan wilayah yg terdiri dari ketua tiap dpra membagi wilayahnya menjadi beberapa zona dengan seorang pimpinan yg berasal dari jaringan relawan yang akan memimpin tim- tim untuk tiap rt yg kemudian akan berfungsi menjadi tim pengawas dan pengawal suara dari hasil direct sell tiap tps, mengawasi pergerakan lawan di tiap tps, menjaga loyalitas pemilih tiap tps, jadi basis kita sudah langsung per tps yg di garap dan di tentukan targetnya, dengan pendekatan pendataan ktp dan no telp, dengan adanya pengawasan dari tim kita di tiap rt/tps yg berasal dari warga lokal rt/ tps tersebut membuat pemilih yg sudah kita garap ada keterikatan permanen dengan tim pks di sana, ini sudah an praktekan di pilkada 2017 kemarin untuk sukabumi selatan kebon jeruk jakbar, putaran pertama suara yg kita peroleh 56% lebih, machruky, timses irel 2009, timses h nasrullah 2009,2014, timses adang 2014, ketua rembuk reboan anis sandi 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published.