Sekjen PKS: DKI Harus Menjadi Contoh Raihan Pemenangan Nasional

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) adalah tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) panjangnya Rakernas 18 hari, 1-13 Maret Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra), dilanjutkan 14-15 Maret Latihan Kepemimpinan Nasional, 16-18 Maret acara puncaknya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy saat memberikan arahan di puncak Rakerwil PKS DKI Jakarta 2021, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Ahad (4/4/2021).

“Kita ingin renstra ini dibuat matang dan utuh diterima sampai ke bawah, DPW, DPD, DPC, DPRa. DKI ini menjadi contoh, gerakan-gerakannya harus menjadi contoh pemenangan nasional,” jelas Aboe Bakar Alhabsy.

Lebih jauh Aboe menyampaikan, beberapa wilayah ada yang membuat pra rakerwil terlebih dahulu, agar supaya lebih memahami key result yang akan dicapai.

Menurutnya, PKS DKI khususnya perlu banyak belajar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, karena perencanaannya berhasil mendapatkan Sustainable Transportation Award dari dunia, karena berhasil membangun sistem transportasi kota yang baik di dunia.

“Kebaikan yang tidak terencana atau tidak rapih akan dikalahkan oleh kebatilan yang terencana dengan baik,” tuturnya mengutip perkataan sahabat Nabi Muhammad Saw.

“Franklin juga mengatakan, jika kamu gagal merencanakan, artinya kamu sedang merencanakan kegagalan,” tambahnya menyemangati.

Selain itu, Aboe pun tidak lupa, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Gubernur DKI Jakarta hadir di Rakerwil PKS DKI sampai selesai, padahal menurutnya, padatnya agenda Gubernur luar biasa.

“Kalau tidak cinta kepada PKS, tidak mungkin beliau hadir disini. Kita akan kolaborasi dan bantu terus hingga sukses dan PKS siap membantu Gubernur DKI menyukseskan program dan janji kampanye sebaik mungkin,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Aboe yang juga Anggota DPR RI ini melanjutkan, penyusunan rencana strategis PKS menggunakan Objective Key Result (OKR), tujuannya untuk membantu organisasi menerapkan dan melaksanakan sterategi, dan model ini sudah dilaksanakan perusahaan besar dunia.

“OKR sebagai alat evaluasi dan menjadi tolak ukur kemajuan-kemajuannya dan apa yang menjadi masalah jika tidak berjalan,” jelasnya.

“Akan ada evaluasinya secara berkala selama 4 bulan sekali, akhir tahun selesai, LPJ sudah terbuat diakhir tahun,” tegasnya lagi.

Menurutnya, masing-masing DPW paling tidak harus memahami 4 hal. Pertama bagaimana pola kerjanya struktur dari atas sampai kebawah, Kedua, Renstra Partai secara menyeluruh harus dipahami, Ketiga, bagaimana pembagian tugasnya disetiap level struktur, dan Keempat, bagaimana menterjemahkan OKR ini dalam inisiatif program kerja.

“Semua bidang harus mampu merumuskan targetnya secara terukur dan bisa menyusun program yang mengarah pada capaian target tersebut, intinya peningkatan jumlah kader dan menang disemua elektoral,” tandasnya.

“Sehingga, struktur dan semua elemen kader partai, baik dalam setiap kerjanya dan merawat konstituen secara optimal,” pungkasnya.

Di penghujung sambutannya, Aboe menyampaikan pantun.

“Bunga mawar selalu berduri, warna merahnya selalu menawan. Kalau DKI Jakarta mau tambah kursi, semua strateginya harus direncanakan,” kata Aboe santai, yang disambut tepuk tangan peserta dan undangan Rakerwil.

Related Posts