Potensi Hujan Lebat DKI, PKS Ingatkan Pengaturan Ritme Aliran Air

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca bahwa wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan lebat pada 23-34 Februari. Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov menyelesaikan masalah sampah dan pompa air untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

“Berkaitan peringatan BMKG akan terjadinya hujan lebat maka antisipasi yang harus dilakukan Pemda dalam waktu dekat. Satu harus membersihkan sampah-sampah yang ada di aliran sungai dan pintu-pintu air agar aliran air tidak tersumbat dan langsung mengalir ke hilir atau laut,” kata Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Nasrullah saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Pemprov DKI juga diminta untuk memperbaiki pompa air yang rusak tersangkut sampah. Serta mengatur ritme aliran air di pintu air.

“Memonitor dan memperbaiki pompa-pompa air yang rusak akibat tersangkutnya sampah ataupun benda lainnya. Ketiga, mengatur ritme aliran air di situ-situ dan tempat-tempat penampungan air agar tidak bersamaan pembuangan ke sungai atau aliran air yang mengakibatkan meluapnya aliran sungai dan membanjiri sepanjang bantaran sungai,” sebutnya.

Selain itu, Nasrullah meminta dinas terkait untuk memastikan sungai bersih dari sampah. Utamanya sungai yang rawan memicu terjadinya banjir.

“Berkoordinasi dan bekerjasama antara SDA dan LH dan kebersihan dalam menangani kebersihan aliran sungai dan tempat-tempa lainnya yang menjadi sumber kebanjiran,” katanya.

Selain itu, kesadaran masyarakat kata Nasrullah perlu ditingkatkan untuk mencegah banjir. Salah satunya membuang sampah pada tempatnya.

“Meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan seenaknya sehingga mengganggu kebersihan dan lingkungan hidup,” jelas dia.

Untuk diketahui, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca di Jabodetabek. BMKG memperkirakan akan terjadi hujan lebat di wilayah tersebut pada tanggal 23-24 Februari. Masyarakat diminta waspada.

“Hari ini kesimpulannya, hari ini kita masih harus waspada ya, kemudian waspada berikutnya tanggal 23 dan tanggal 24, itu yang perlu kami tekankan,” kata kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube BMKG, Sabtu (20/2).

Dwikorita juga memprediksi puncak musim hujan belum berakhir di akhir bulan ini. Diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi sampai awal Maret 2021.

“Sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, masih berada dalam periode puncak musim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi selama periode puncak musim hujan ini, yang diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir Februari, awal Maret 2021,” jelas Dwikorita.

 

Sumber: detikcom

Related Posts