PKS Siap Terima Masukan Para Seniman terkait Revitalisasi TIM

0
26

Jakarta (1/12) – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Ahmad Yani menegaskan siap untuk menerima segala masukan dari para seniman terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sebab, menurutnya, masih ada hambatan komunikasi, dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada para seniman, baik yang mendukung maupun menolak Revitalisasi TIM.

“Kami melihat memang ada hambatan komunikasi. Karenanya harapan kami ada satu kelompok seniman lain yang menerima ada yang menolak, bagaimana kita menyatukan mereka karena memang tujuannya untuk meningkatkan pusat kebudayaan revitalisasi TIM ini,” jelas Anggota Komisi B ini dalam paparannya di salah satu televisi swasta nasional, Sabtu (31/11).

Sejauh ini, beragam masukan dari para seniman tersebut menurutnya sangat penting. Meskipun, revitalisasi TIM adalah suatu keniscayaan dalam rangka menciptakan ekosistem kesenian berkarakter dengan melibatkan masyarakat di dalamnya bertaraf internasional.

“Karena itu kalau memang masih ada perbedaan pandangan, kita dari DPRD meminta ingin mendengarkan suara-suara dari seniman itu,” tambah wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jakarta VIII ini.

Menurutnya, DPRD sejauh ini sudah mendapatkan informasi dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bahwa telah terselenggara kelompok diskusi terarah (FGD) dengan para seniman. Para seniman yang diundang tersebut menyambut baik adanya revitalisasi TIM ini.

Diketahui, seniman yang kontra dengan Revitalisasi TIM ini adalah berkaitan dengan rencana pembangunan hotel di wilayah tersebut. Penolakan ini berhujung pada pemangkasan anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk tahun 2020, dari semula 600 milyar menjadi hanya 200 miliar.

Adapun total anggaran revitalisasi TIM ini mencapai 1,8 triliun di mana pada tahun 2019, PT Jakpro telah mendapatkan PMD sebesar 200 miliar. Meskipun demikian, menurut informasi dari Pemprov DKI Jakarta, tidak akan ada pembangunan hotel melainkan wisma untuk para seniman tamu mengadakan acara hingga larut malam.

“Setelah Pemprov memberikan penjelasan bahwa pembangunan itu adalah pembangunan wisma. Kalau kita melihat tentang masalah anggaran yang diperlukan, sesungguhnya anggaran untuk revitalisasi ini adalah 1,8 T kemudian pada tahun 2019 memang sudah diberikan 200 m. yang pada tahun ini rencananya 2020 sebesar 600 miliar menjadi dipangkas hanya 200 miliar,” jelasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro pun telah menyelenggarakan beberapa kali dengar pendapat terkait Revitalisasi TIM, bersama Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta TIM dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Yayasan Seni Budaya Jakarta, Akademi Jakarta, serta para seniman lainnya.

Selain itu telah dilaksanakan pula diskusi Publik dengan masyarakat sekitar TIM khususnya terkait dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada bulan Mei 2019.

Revitalisasi TIM pun terbagi menjadi 2 tahap. Tahap I mulai bulan Juli 2019 – Desember 2020 pada gedung Parkir, Taman, Pos Damkar, Gedung Perpustakaan dan Wisma TIM, dan Masjid Amir Hamzah.

Pembangunan tahap II pada Asrama Seni Budaya, Theater Arena, dan renovasi Planetarium, Graha Bhakti Budaya, dan gedung Perpustakaan akan dijadikan Pusat Seni Film. Pembangunan Tahap II dijadwalkan mulai Januari 2020 hingga Juni 2021. (Di)