PKS: Akan Terjadi Bencana Kemanusiaan Jika Jakarta Longgarkan PSBB

0
1

Jakarta – Terkait munculnya rumor bahwa akan dilakukannya penyesuaian terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani mengungkapkan, jika hal tersebut diterapkan maka akan berpotensi menimbulkan bencana kemanusiaan. Pasalnya, dalam dua minggu terakhir tren penambahan pasien positif maupun PDP jumlahnya terus meningkat.

 

“Belum dilonggarkan saja masih meningkat terus padahal sudah banyak usaha pencegahan. Apalagi jika sampai ada penyesuaian, bisa terjadi bencana,” terang Yani, di Jakarta, Jum’at (22/5/2020).

 

Achmad Yani yang juga Ketua Departemen Kebijakan Publik MPW PKS DKI Jakarta khawatir apabila pemerintah daerah khususnya DKI Jakarta melakukan penyesuaian PSBB. Hal ini dikarenakan tingkat disiplin masyarakat yang dinilainya masih rendah sehingga akan sulit jika pemerintah daerah hanya mengandalkan aturan menjaga jarak fisik atau physical distancing.

 

“Masyarakat kita kan tingkat kesadarannya masih rendah, masih banyak yang cuek dengan aturan. Ini harus jadi bahan pertimbangan juga dalam mengambil keputusan,” jelas Politisi PKS yang sudah dua periode menjadi wakil rakyat.

 

Disebutkan Achmad Yani, saat ini seluruh fasilitas kesehatan (faskes) yang diperuntukan bagi pasien Covid-19 di DKI Jakarta sudah sangat kewalahan melayani pasien yang sangat banyak. Sehingga tempat-tempat isolasi ODP disediakan dengan fasilitas seadanya.

 

“Saat ini faskes DKI sudah kewalahan. Banyak ODP yang diisolasi di Gelanggang Olahraga dengan fasilitas seadanya. Sudah tidak tertampung sehingga ada yang hanya beralaskan tikar,” kata putra asli Betawi tersebut.

 

Kebijakan penyesuaian PSBB untuk lebih longgar masih dinilai sangat beresiko ditengah pesatnya kenaikan jumlah pasien Covid-19 saat ini. Menurut Achmad Yani, saat ini masyarakat banyak yang melanggar aturan PSBB padahal belum ada pelonggaran. Dirinya khawatir jika PSBB dilonggarkan maka akan terjadi penularan secara lebih masif dan menimbulkan korban yang lebih banyak lagi.

 

“Sekarang belum dilonggarkan saja sudah banyak yang melanggar, apalagi nanti jika benar-benar dilonggarkan. Bisa jadi lebih banyak lagi korban dan yang paling mengerikan adalah saat keadaan menjadi tidak terkendali sama sekali,” tutup Yani.