Pertemuan di Jalan Pengabdian

Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.

 

Berada di antara perempuan-perempuan pejuang keadilan. Terbayang apa yang disampaikan Kartini. Seperti yang saya kutip sebagai pembuka.

 

Siang yang penuh kehangatan. Di buka oleh Sholikhah dengan memintal asa.

 

“Harapannya kita bisa saling bekerjasama untuk menyukseskan program-program kesejahteraan masyarakat, terutama perempuan dan anak, juga untuk ketahanan keluarga,” ujar Sholikhah yang akrab disapa Ibu Lilik ini. Langsung disampaikan penuh keakraban kepada Yusriah Dzinnun, saat kunjungan jelang hari Kartini.

 

BPKK1304_dialog03

 

Gayung bersambut. Dikediamannya yang berlokasi di Kelurahan Sukapura. Kelurahan yang memiliki luas 561 ha, jumlah penduduk 26.246 jiwa dan 6.319 KK, 10 RW dan 98 RT. Menjadi hunian yang cukup padat.

 

Yusriah langsung menyambut harapan dari ibu-ibu Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga. Dirinya mengatakan, sangat senang dengan kunjungan dari ibu-ibu BPKK PKS DKI Jakarta, dengan adanya dialog-dialog seperti ini, sehingga Yusriah merasa tidak sendirian.

 

“Saya ditempatkan di komisi E, selain arahan pimpinan DPW sebelumnya, saya juga ingin dekat lagi dengan masyarakat. Selain itu, kedatangan ibu-ibu dari BPKK juga menjadi tempat untuk saling tukar informasi dan bekerjasama, saya berharap kedepannya selalu berkoordinasi,” tutup Yusriah.

 

Kupetik mawar hikmah pada pertemuan ini. Ada ketulusan dari perempuan-perempuan pejuang keadilan. Yang terus berkhidmat di segala medan cobaan.

 

Tak ada lagi nyeri dan iri. Semua larut dalam pengabdian. Semilir angin Cilincing walau agak panas, menerpa wajahku. Berada di jalan pengabdian. Sampai maut menjemput. Penaku tak pernah lelah menulis santun kata dan perbuatan, duhai perempuan-perempuan pejuang keadilan.

 

Pertemuan di jalan pengabdian. Selalu melahirkan orang-orang yang perasa. Mampu merasa jika rakyat butuh. Dan, menjadi solusi setiap keluh di denyut nadi rakyat.

 

Kuliah hanya akan mengajarkanmu untuk tahu. Jalanan mengajarkanmu untuk bisa jadi “perasa”. (Bob Sadino)

 

Di jalan pengabdian kita bertemu. Sekarang dan selamanya. (TJA)

 

BPKK1304_bersama02