Pemprov DKI Harus Buat Terobosan Minat Baca Dikalangan Pelajar

Jakarta (4/2) – Berdasarkan Survey United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2014, 90 persen penduduk Indonesia tidak gemar membaca. Menurut Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS yang membawahi bidang pendidikan Tubagus Arif mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan perhatian lebih pada masalah tersebut. Hal ini disampaikan Tubagus, Kamis (4/2),  di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Menurut Tubagus, dari seribu orang Indonesia hanya ada satu orang yang gemar membaca. “Hal ini sangat memprihatinkan, karena usaha mencerdaskan bangsa harus dimulai dari membaca,” ujar politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara ini.

Tubagus mengharapkan perpustakaan dan taman-taman bacaan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta membuat terobosan untuk membentuk masyarakat Jakarta yang hobi membaca dapat meningkat. Selain itu Tubagus juga menyoroti maraknya warung internet (warnet) yang menyediakan game online, “Warnet yang marak di tingkat RT dan RW di Jakarta sudah sangat meresahkan banyak orang tua, karena seringkali anak-anak asik bermain game onlinetanpa ada batasan,ungkapnya.

Tubagus pun menyayangkan Pemprov DKI tidak tegas dalam mengatur operasional warnet-warnet yang ada di Jakarta. “Pemprov DKI harusnya tegas, diatur operasionalnya, masa pelajar bermain tidak dibatasi dan seringkali warnet buka hingga tengah malam,pungkasnya.