MTZ Dukung Pemprov DKI yang Melarang Isolasi Mandiri di Rumah

0
7

Jakarta – Anggota DPRD DKI Fraksi PKS M.Taufik Zoelkifli Mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang melarang pasien gejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG) mengisolasi diri di rumah melihat makin mengkhawatirkannya tingkat positivity rate di DKI Jakarta.

M. Taufik Zoelkifli yang biasa disapa MTZ Mengatakan angka positivity rate DKI beberapa hari terakhir ini berada dikisaran angka 14%. Tentunya angka ini sangat mengkhawatirkan. Artinya dari setiap seratus orang yang menjalani tes terdapat 14 orang yang positif. Kebijakan karantina mandiri di rumah saat ini menuai sorotan, salah satunya dari wakil rakyat Jakarta Timur.

“Isolasi di rumah yang tidak ada kamar tersendiri tentu membahayakan penghuni dan tetangga lainnya, jadi saya mengapresiasi langkah Pemprov DKI,” ujar MTZ di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta,  Senin (7/9/2020).

MTZ menjelaskan di DKI masih banyak dijumpai lingkungan padat dan rumah-rumah yang tidak layak menjadi tempat karantina mandiri karna tidak memiliki kamar tersendiri. Hal ini memicu naiknya angka positivity rate di DKI yang melebihi standar WHO yakni diangka lima persen.

“Rumah-rumah di pemukiman padat sangat tidak layak menjadi tempat karantina mandiri,” lanjut anggota Komisi B ini.

M. Taufik Zoelkifli menambahkan saat ini temuan klaster rumah tangga banyak terjadi di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok dan Bekasi. Selain kampanye besar-besaran tentang pentingnya penggunaan masker, MTZ juga menganggap kebijakan melarang karantina mandiri di lingkungan padat penduduk sangat tepat guna menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.