Longsor Banjir di Ciracas dan Ciganjur Mulai Ditangani, Perlu Pengawasan di Lapangan

0
11

Jakarta Banjir dan longsor yang menimpa ratusan warga kelurahan Ciracas, Jakarta Timur dan kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan Sabtu (10/10/2020) malam, mulai Minggu dinihari telah mendapat penanganan pihak Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, terutama kepada para korbannya. Sedangkan langkah berikutnya penanggulangan secara fisik terhadap tembok yang ambruk serta longsoran turap maupun tebing, Senin (12/10/2020) mulai dikerjakan.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nasrullah mengatakan, pihaknya tetap memantau perkembangan kejadian tersebut.

“Pemprov DKI harus segera melakukan program normalisasi dan naturalisasi aliran sungai di Jakarta. Banyak bangunan liar yang berdiri di sepanjang aliran sungai harus segera dibongkar. Penegakan hukum harus dijalankan,” kata Nasrullah, Selasa (13/10/2020).

Untuk menampung warga yang terkena normalisasi sungai Pemerintah DKI perlu membangun rumah susun lagi.

Untuk masalah pengawasan pembangunan, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu mempersilakan ditanyakan ke Komisi D. Namun Nasrullah mengingatkan Pemerintah (DKI) akan mendapatkan dana pinjaman Rp 12,5 triliun dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang di antaranya untuk penanganan banjir dan resesi ekonomi karena pandemi covid 19.

Seperti dirilis Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Minggu (11/10) Walikota Anwar bersama Asisten Ekbang Jakarta Timur Kusmanto mengunjungi lokasi banjir di 8 RW dan 23 RT dan memberi bantuan dan pengarahan Taman Lansia Kelurahan Ciracas.

“Setelah kedatangan Walikota Anwar, maka Lurah Ciracas Rikia Marwan bersama Camat Mamad dan Ketua RW 08 mendatangi pihak Khong Guan untuk membentuk tim guna tindak lanjutnya. Kini lokasi banjir telah dibersihkan. Bantuan nasi box juga telah dibagikan,” ungkap Kepala Seksi Kesra Kelurahan Ciracas, Tisno, Selasa (13/10/2020).

Mengenai tanah longsor dan banjir di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Camat setempat Alamsah Selasa (13/10) juga mengungkapkan pembersihan lumpur dan longsoran tanah serta tembok di RT 04/02 Ciganjur sejak Senin (12/10) dilakukan Satpel SDA Kecamatan dengan ekskavator untuk  mengembalikan kondisi 300 rumah tadinya terendam banjir antara 70 sampai 150 cm.

Sebuah gardu listrik gantung tampak telah bergeser dari tempat semula. “Sekarang sedang terus dikerjakan. Warga yang mengungsi juga telah kembali ke rumahnya masing-masing. Tinggal 3 sampai 5 keluarga lagi,” kata Alamsah yang pernah menjabat Camat Cakung di Jakarta Timur itu. “Listrik yang tadinya mati kini telah menyala,” tambahnya.

Longsor di perumahan Melati Regency Ciganjur itu telah menyebabkan seorang ibu hamil bernama Widiar Nohara (40), meninggal dunia serta dua orang wanita luka parah dan dirawat di RS dr. Sibroh Malisi.

 

Sumber: reporter.id