Ketua PKS Jaksel Kunjungi Industri Batik Laweyan Solo

DSC_0272-300x200

Ada sesuatu yang kurang kalau kita datang ke kota Solo, tetapi tidak mampir ke tempat ini, yakni Kampung Batik Laweyan. Kota Solo tidak bisa dipisahkan dengan batik. Jadi, mengunjungi kampung batik yang hampir semua warganya yang berprofesi sebagai ‘juragan batik’ memang harus disempatkan. Kalau tidak, mungkin kita akan dipertanyakan kebenarannya sudah mengunjungi Solo atau belum.

Kampung Batik Laweyan telah menjadi destinasi wisata produk batik sejak lama, bahakn sudah terkenal hingga mancanegara. Jenis batik yang tersedia di Kampung Batik Laweyan ini sangat beragam, mulai dari bahan katun hingga sutera. Motifnya sangat bervariasi, dapat mencapai ratusan jenis. Ada juga jenis batik tulis dengan harga yang lumayan tinggi disamping ada juga batik cap dengan harga yang lebih murah.

Setelah tahu jenis batik dan juga apa itu Kampung Batik Laweyan, kini saatnya untuk mencari oleh – oleh batik untuk bisa dibawa ke Jakarta. Ketua DPD PKS Jaksel, Ustadz Al Mansyur Hidayatullah berserta tim ditemani oleh sebagian pengurus PKS Solo mengunjungi salah satu tempat batik di Laweyan Solo. Dengan sangat ramah kami dipersilahkan melihat – lihat galeri atau show room batik, oleh salah seorang penjual di salah satu rumah penjualan batik Laweyan. Kami diperkenalkan model – model batik cap, batik tulis baik yang dari sutera maupun katun. Ada batik yang dibuat dengan kerumitan motif tersendiri, sehingga menjadikan harganya pun sangat mahal.

Ustadz Al Mansur memilih dan mencoba beberapa kemeja batik lengan panjang, “Modelnya banyak dan bagus – bagus, bingung memilihnya,” ujar Ketua PKS Jaksel ini. Tidak mau ketinggalan, tim PKS Jaksel yang lainnya pun bergegas mencari kemeja batik yang sesuai ukuran dan disukai motifnya. Teman – teman dari PKS Solo terus setia menemani kami yang juga belum selesai dalam memilih motif – motif batik yang disukai.

Dan ketika tiba saatnya kami membayar, kami dikejutkan bahwa batik – batik yang kami beli tadi, ternyata sudah dibayarkan oleh temen – temen dari pengurus PKS Solo. “Jazakallah, terima kasih banyak sudah dibelikan oleh – oleh batik Laweyan Solo, maaf kehadiran kami sudah banyak merepotkan,” ujar Ustadz Al Mansur kepada Ketua DPD PKS Solo, Ustadz Abdul Ghofar.

Solo mau tidak mau memang diakui penuh dengan spirit, spirit kreatifitas, spirit kebudayaan, spirit keagamaan, serta spirit kebersamaan dan persatuan. Semua spirit itu bisa kita dapati dari salah satu produk khas Solo yakni batik, spirit inilah yang ingin kita bawa dan tularkan kepada para kader dan juga warga PKS Jaksel.