Kardus Bansos DKI Bertuliskan ‘Dibiayai APBD DKI’, Wakil Ketua DPRD DKI: Tidak Masalah

0
27

Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi tidak mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta menggunakan kalimat di kardus Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemprov DKI untuk warga terdampak Covid-19 di ibukota tertulis ‘Paket Bantuan Sembako ini Dibiayai oleh APBD Pemprov DKI Jakarta’, karena menurutnya bansos tersebut bersumber dari APBD, yang berarti uang rakyat yang dikelola Pemprov DKI, rakyat harus tahu dan harus diaudit sebagai pertanggungjawaban.

 

Suhaimi melanjutkan, seperti yang dilansir data.jakarta.go.id Pemprov DKI telah telah menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan penularan Covid-19. Anggaran BTT yang telah dialokasikan sebesar 1,032 Triliun rupiah dan akan ditambahkan 2 Triliun rupiah untuk digunakan sampai akhir Mei 2020 mendatang. Sehingga, total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 ini menjadi sebesar 3,032 Triliun rupiah.

 

“Bahkan saat ini, pada APBD DKI Tahun 2020 yang awalnya sebesar Rp 87.956.148.476.363 ada kebijakan realokasi sebagai dampak Covid-19 dan akhirnya menyusut jadi Rp 44.662.206.340.096,” jelas Suhaimi, di Jakarta, Jum’at (22/5/2020).

 

Artinya, lanjut Suhaimi yang juga Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menegaskan, sepeserpun nilai yang dikeluarkan dari APBD harus dilaporkan dengan baik, jadi sangat wajar jika di kardus yang menjadi bantuan untuk warga Jakarta berbunyi ‘Dibiayai oleh APBD’.

 

“Tidak perlu disambung-sambungkan dengan konstelasi pemilu yang akan datang, sementara kita masih berjuang memutus mata rantai Covid-19 di ibukota,” tegas Suhaimi.