Jika Terpilih, Anies Pastikan KIP Dapat Digunakan di Jakarta

JAKARTA – Kartu Jakarta Pintar (KJP) masih jadi sorotan. Sejumlah warga mengadu kepada calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak dapat dicairkan karena peraturan gubernur yang sudah ada saat ini.

Tak hanya curhat sulitnya KIP dicairkan, sejumlah warga bahkan mengadu kalau Kartu Jakarta Pintar (KJP) ada yang ditahan. Neneng, misalnya, warga RT 09 RW 02 Kebon Bawang, Tanjung Priok itu mengadu ke Anies kalau KJP anaknya yang duduk di kelas XII SMA harus ditahan oleh sekolah. “Kami harus bayar Rp 3 juta. Itu uang sendiri. Karena ATM
ditahan guru,” tuturnya.

Menurut Neneng, ATM anaknya ditahan karena untuk membayar SPP dan sejumlah peralatan sekolah. “Seharusnya itu tidak boleh ditahan. Nanti saya minta teman di DPRD untuk memeriksa,” ujarnya.

Anies menyoroti peraturan gubernur yang melarang penggunaaan KIP di Jakarta. Padahal di seluruh Indonesia, KIP itu digunakan. “Kalau terpilih, di Jakarta jadinya dua. KJP dan KIP,” ujarnya disambut tepuk tangan warga Kebon Bawang.

KJP, lanjut dia, adalah berbentuk rekening dan digunakan untuk kebutuhan sekolah. Sementara KIP akan berbentuk uang tunai. Sehingga dapat langsung digunakan oleh para pelajar.

Padahal, lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, peraturan presiden sudah mewajibkan agar KIP digunakan di seluruh Indonesia. Namun karena peraturan gubernur, maka tidak bisa digunakan. Pemprov sendiri harusnya mengikuti perpres tersebut. “Negara mewajibkan itu,” terangnya.

Anies menyebut, saat dirinya masih menjabat sebagai menteri, uang di KIP sudah dicairkan untuk seluruh pelajar di Jakarta. Namun tidak berani dicairkan. Sebab apabila dicairkan, maka tidak akan menerima lagi KJP. “Peraturan itu akan kami ganti,” ucapnya.***

2

3