Jalankan Pemilihan Ketua RT/ RW & LMK di Masa Pandemi, PKS: Jangan Kotori Dengan Transaksional dan Tetap Jaga Prokes

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyebarkan Surat Edaran bernomor 43/ SE/ 2021 tentang Pelaksanaan Pemilihan Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga pada Masa Pandemi Covid-19 dan juga Surat Edaran bernomor 44/ SE/ 2021 tentang Pelaksanaan Pemilihan Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) pada Masa Pandemi Covid-19 ke seluruh lapisan pemerintahan dibawahnya sampai Kelurahan, hal ini mendapatkan dukungan dari Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Khoirudin.

Khoirudin menyampaikan, PKS sangat mendukung dan juga mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta dalam menerbitkan kebijakan tetap mengadakan penyegaran dan peremajaan di lapisan terbawah masyarakat.

“Jangan kotori dengan transaksional dalam proses pemilihannya, jika ini dilakukan maka akan merusak demokrasi di masyarakat, karena tidak sedikit yang bermasalah pasca pemilihan RT/ RW atau LMK yang diwarnai dengan aksi transaksional saat pemilihan,” jelas Khoirudin yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, Jum’at (17/9/2021).

“Juga wasitnya, yaitu aparat pemerintahan dan pihak yang akan ditunjuk menjadi penyelenggara harus jujur dan adil, tidak boleh ada intervensi,” tambahnya.

Khoirudin mengatakan, saat ini menurut data tahun 2020 diambil dari statistik.jakarta.go.id tercatat jumlah RT sebanyak 30.417, RW sebanyak 2.731 dan LMK 2.686, ini artinya posisi RT/ RW dan LMK serta organisasi turunan di RW lainnya, sangat penting dalam membantu pemerintah daerah dalam membantu menjalankan kebijakan Gubernur beserta jajarannya, terlebih di masa pandemi yang masih berlangsung saat ini.

“Jangan lupa pandemi covid-19 masih ada, jadi pelaksanaannya tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat, jangan sampai ibu kota yang sudah hijau ini berubah lagi seperti di beberapa negara saat ini,” pinta Khoirudin.

Khoirudin pun berharap, vaksinasi harus tetap digalakan kepada masyarakat yang akan mengikuti proses pemilihan tersebut, terkecuali orang-orang yang memang tidak bisa divaksin atas perintah dokter atau puskesmas setempat.

“Ayo dukung bersama suksesnya pemilihan RT/ RW dan LMK di ibu kota, secara demokratis dan selalu menjaga protokol kesehatan yang baik,” pungkasnya.

Related Posts