Hidayat Pimpin Tahlil Untuk Anak Korban Kekerasan Seksual

0
26497
Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid (tengah) memimpin pembacaan surah Yaasiin, Tahlil dan Do’a di kediaman RI, anak korban kekerasan seksual, di Pulogebang Cakung Jakarta Timur, Kamis (10/1) siang tadi. (Foto : Khairuddin S/PKS Jakarta)

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Hidayat Nur Wahid, Kamis (10/1) menyambangi keluarga RI (11), anak korban kekerasan seksual, di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Hidayat juga memimpin tahlilan untuk RI yang diikuti kedua orangtuanya, keluarga dan para tetangga.

Kedatangan Hidayat disambut antusias oleh kedua orangtua RI, keluarga dan warga sekitar. Hidayat disertai sejumlah Pimpinan Fraksi PKS, diantaranya Wakil Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, Anggota Komisi X DPR RI F-PKS Dapil DKI Jakarta Ahmad Zainuddin dan Anggota Komisi VIII DPR RI F-PKS Ledia Hanifa Amaliah, disamping itu turut mendampingi sejumlah Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah PKS DKI Jakarta Tubagus Arief, Iceu Hernawati dan Israyani.

“Kami datang untuk takziyah, tahlilan, sekaligus menyampaikan bantuan berupa uang kerahiman dan sembako untuk mempermudah mereka melaksanakan tradisi hajatan mendoakan almarhumah,” tutur Hidayat.

Selama sekitar 1 jam, Hidayat kemudian memimpin tahlilan untuk almarhumah RI. Tahlilan diikuti keluarga dan para tetangga.

“Ibunda RI tadi juga menyampaikan keinginan agar polisi segera menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya, agar peristiwa tragis ini tidak menimpa anak-anak yang lain,” ungkap Hidayat.

Hidayat menyatakan mendukung harapan keluarga RI untuk mendesak polisi agar bekerja profesional dan bertindak tegas kepada para pelaku kejahatan yang menimpa anak-anak dan perempuan serta memberlakukan hukuman yang seberat-beratnya. Namun, Hidayat berharap polisi juga tidak asal tangkap dan mencari kambing hitam.

“Kalau asal tangkap, justru akan menghadirkan tragedi terhadap orang lain, sementara pelaku sesungguhnya justru lepas dan tertawa-tawa,” jelas Hidayat.

Menurutnya, komitmen ini diperlukan agar polisi benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman yang dibutuhkan masyarakat. Apalagi, belakangan ini, grafik kejahatan terhadap anak-anak dan perempuan cenderung meningkat.

“Penting juga untuk mengingatkan peran Kementerian Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar menguatkan program-program yang bisa memberikan rasa aman kepada anak-anak dan perempuan,” pungkas Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here