Fraksi PKS Terima Audiensi Online Rekanan dan PT Pembangunan Jaya Ancol

0
16

Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta menerima audiensi secara online bersama vendor atau rekanan dan manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol, Selasa (6/10/2020).

Dalam pengantarnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, yang membidangi BUMN dan pariwisata, Abdul Aziz mengatakan kronologi terkait dengan audiensi ini saat beberapa waktu lalu ada beberapa vendor yang menghubungnya, dan menyampaikan keluh kesahnya tentang penundaan pembayaran dari PT Ancol.

“Kondisi saat ini diluar prediksi dan estimasi, bukan hanya vendor, PT Ancol dan Pemprov DKI juga mengalami, yaitu kesulitan keuangan, semua pembayaran-pembayaran di reschedule,” kata Abdul Aziz saat menceritakan kondisi PT Ancol kepada vendor yang menghubunginya.

Masih menurut Abdul Aziz, hal ini bukan keinginan dari PT Ancol sendiri, kebijakannya dari Pemprov DKI untuk menutup sementara Ancol, agar keselamatan warga DKI ini menjadi prioritas utama, “Jangan sampai Ancol ini menjadi klaster baru menularnya Covid-19, dan itu kita sama-sama tahu, kebijakan ini untuk menyelamatkan warga DKI khususnya,” sambungnya.

Disisi lain, Aziz mengatakan, dari sisi vendor, banyak yang terdampak tentunya, banyak yang kesulitan membayar karyawan dan lain sebagainya, dirinya pun mendukung agar vendor menegosiasi dengan PT Ancol, kenapa? agar para vendor mengetahui kondisi sebenarnya dan mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada.

“Para vendor juga mengerti jika ada penundaan, namun para vendor mengharapakan ada kebijakan yang baik dari PT Ancol yaitu dengan menyicil,” tambah pria yang juga Ketua DPD PKS Jakarta Barat dalam pengantarnya.

Aziz menambahkan, dirinya dan anggota Komisi B lainnya di DPRD adalah sebagai mediator dan penampung aspirasi dari vendor, dan vendor menjadi mitra yang sejajar dengan PT Ancol, “Ancol bisa maju karena vendor dan vendor maju karena ancol, ada hubungan mutualisme yang sama-sama positif, ini harus dijaga dan berlanjut, dan kami yakin pandemi ini segera berakhir, dan semua dapat berjalan normal kembali,” ucapnya.

Ada beberapa poin penting yang dicatat, sebut Aziz, yaitu usulan terkait segera dibukanya Ancol walaupun terbatas dan dirinya akan bicarakan ke Pemprov DKI serta Gubernur DKI, kemudian dirinya juga akan bicarakan ke Bank DKI, agar sesama BUMD diberikan keringanan pinjaman-pinjaman termasuk ke Ancol.

“Terakhir, untuk manjemen PT Ancol, harus ada skema pembayaran dalam pekan ini, agar vendor bisa terima apa yang diharapkan, agar mereka dapat merencanakan kegiatan kedepan dengan baik,” pinta Aziz kepada manajemen yang hadir.

Selain Abdul Aziz, hadir dalam audiensi online perdana tersebut, diantaranya anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya, diantaranya Achmad Yani, Muhammad Taufik Zoelkifli dan Ismail. Sementara dari manajemen PT Ancol, diantaranya Direktur Utama PT Ancol, Teuku Sahir Syahali, beserta jajaran direksi lainnya, juga para vendor yang diwakilkan salah satunya dari PT Tangguh, Sumarno.