FOTO – PKS Jaksel Gelar Khataman Al Qur’an Bersama Kader dan Pengurus

Khataman Qur'an

Fotografer: Andri/ Humas DPD PKS Jaksel

Ramadhan merupakan Syahrul Quran atau bulan Al-Quran, sebab di bulan inilah Al-Quran diturunkan. Karenanya, aktivitas membaca Al-Quran menjadi salah satu amalan utama di bulan Ramadhan.
Bertepatan dengan ahad, 9 Ramadhan 1438 H DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan menggelar acara khataman Al Qur’an dengan seluruh pengurus DPD dan kader se-Jaksel. Acaranya berlangsung dari pagi jam delapan hingga maghrib, bertempat di sebuah gedung serba guna Masjid Durentiga.
Sekitar 600-an kader ikut khataman bersama dalam acara sehari bersama Al Qur’an. Khataman berlangsung khusyu’ dan dibuka oleh Ustadz Adam Afdholi, Kaderisasi PKS Jaksel.
Pembacaan khataman Al Quran bersama pengurus dan kader PKS se-Jaksel ini dalam rangka untuk meningkatkan ibadah dan terus berbagi menyebarkan semangat kebaikan di bulan suci Ramadhan,” tutur Ustadz Adam Afdholi.
Sambutan juga datang dari Ketua DPD PKS Jaksel, Ustadz Al Mansur Hidayatullah. Beliau mengatakan bahwa, “Sudah sedemikian banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita, sudah saatnya kita menjadi hamba yang pandai bersyukur, diantara wujud syukur itu adalah meningkatkan interaksi kita dengan Al Qur’an.”
Umat Islam telah diberi hidangan Al Qur’an oleh Allah SWT, betapa ruginya jika hidangan tersebut tidak dinikmati, dalam artian dibaca, dihafal, ditadaburi, dipahami dan diamalkan dalam keseharian.
Setelah kegiatan khataman Al Qur’an di tingkat DPD, selanjutnya pekan depan khataman akan berlangsung di tingkat DPC dan DPRa bersama masyarakat.
Sebelum mulai khataman Al Qur’an, peserta mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Amang Syafrudin, Lc. Ustadz Amang menyemangati kader dan pengurus dengan sebuah tantangan bahwa seorang muslim harus bisa mentadaburi Al Qur’an dalam berbagai dimensi, baik itu ekonomi, politik, sosial, budaya, militer, akhlak, kepemimpinan dan lain sebagainya.
Dalam Al Qur’an terkandung solusi – solusi atas permasalahan – permasalahan yang ada dalam kehidupan manusia. Yang ketiga, dalam tadabur Al Qur’an harus melibatkan hati nurani, bukan hanya akal pikiran.
Peserta dibagi dalam beberapa kelompok – kelompok kecil yang terdiri atas sepuluh atau lima belas orang. Setiap kelompok ini berkewajiban mengkhatamkan Al Qur’an, minimal sekali khatam 30 juz.
Khataman ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT. Kegiatan ini diharapkan dapat menstimulus kader untuk berlomba – lomba mengkhatamkan Al Qur’an di bulan ramadhan. Di sisi lain juga ingin menumbuhkan sikap cinta pada Al Qur’an.
Menjelang berbuka, peserta kembali disuguhi siraman rohani oleh Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc Al-Hafidz. “Kegiatan untuk Meningkatkan interkasi dengan Al Qur’an seperti ini, tidak cukup hanya setahun sekali, mungkin bisa ditingkatkan sebulan sekali misalnya,” ungkap Ustadz Abdul Aziz.
Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta sholat maghrib berjamaah.