DPRD: Pemprov DKI Tak Serius Beri Sanksi Tempat Hiburan

Tubagus Arif_IMG_2306

Jakarta (18/5) – Kalangan DPRD DKI mempertanyakan komitmen Pemprov DKI memberantas peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Sebelumnya Pemprov DKI Hanya memberikan teguran keras terhadap diskotek Illigals dan Diamonds, yang kedapatan terjadi peredaran Narkoba.

 

Ketua Komisi B DPRD DKI, Tubagus Arief menilai seharusnya Pemprov tidak memberikan toleransi terhadap dua diskotek itu.
Ia menduga peredaran narkoba di kedua tempat itu sistematis. Dimana terdapat bandar, barang bukti narkoba dan pengguna.

 

“Kenapa hanya teguran keras, Pemprov DKI harus langsung ditutup,” ujar politisi PKS ini, Kamis (18/5). Tubagus mengaku pihaknya akan memanggil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI terkait pemberian sanksi itu. Ia menilai Disparbud tidak boleh lemah terhadap pemberantasan Narkoba.

 

Seperti diketahui, dua bandar narkotika yakni Dony Irawan dan Nur Rohmadani alis Dani ditangkap BNNP DKI Jakarta saat hendak memasok ekstasi ke Illigals pada Kamis (11/5) lalu. Keduanya disergap di lantai 2 Diskotik Illigals. Mereka kemudian digeledah dan kedapatan membawa total 1.000 butir pil ekstasi, 470 butir Happy Five (H5), 372 paket sabu seberat 0,6 gram dan 139 laket sabu masing-masing seberat 0,5 gram.

 

Petugas juga menggeledah ruangan karaoke di tempat hiburan malam tersebut. Saat itulah, petugas menemukan Sean Azad, anak dari artis Ayu Azhari. Sean bersama pengunjung lainnya diperiksa urinennya. Hasil pemeriksaan urine, Sean dinyatakan positif mengkonsumsi sabu. Saat terjaring razia petugas tidak menemukan barang bukti narkoba di Sean.

 

 

Sumber : tribunnews.com