Dewan Minta Pemprov DKI Serius dalam Meningkatkan Layanan Transportasi

0
9

Bogor – Keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya meningkatkan layanan transportasi untuk warganya disoroti Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Ismail. Pasalnya, dirinya mendapatkan paparan informasi dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Lupito, dalam pembahasan KUA PPAS 2021 bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta yang memberikan wajah layanan transportasi Pemprov DKI Jakarta di tahun 2021.

Ismail mengatakan, seperti yang dijelaskan Kadishub DKI, terdapat 434 kegiatan telah dicanangkan yang menelan anggaran sekitar Rp 5,15 triliun, di mana 71% dari anggaran tersebut dialokasikan untuk subsidi transportasi, diantaranya PSO MRT, LRT, dan Transjakarta.

“Anggaran tersebut meningkat dua kali lipat dari anggaran APBD penetapan 2020 yang sebesar Rp 2,39 triliun,” katanya, Selasa (17/11/2020) di Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, Ismail menyebutkan, dari 434 kegiatan yang dicanangkan, terdapat 25 kegiatan unggulan.

“Di antaranya adalah subsidi transportasi, peningkatan fasilitas pelabuhan Muara Angke, penambahan 35 bus sekolah medium, dan penambahan lajur sepeda yang semula hanya 40 km menjadi 101,2 km,” imbuhnya.

Pria yang juga Ketua DPD PKS Jakarta Pusat ini juga menambahkan, sejumlah kegiatan tersebut dicanangkan berdasarkan target capaian yang telah ditetapkan pada RPJMD 2021, di mana sasarannya adalah terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang aman, memadai, modern, terintegrasi, ramah lingkungan, dan terjangkau bagi semua warga Jakarta.

“Sehingga ditargetkan pada tahun 2021, 100% angkutan umum yang ada sudah terintegrasi dan mampu melayani sekitar 1,4 juta penumpang perhari,” katanya menirukan penjelasan Kadishub DKI.

Selain kegiatan yang telah dicanangkan oleh Dinas Perhubungan tersebut, upaya peningkatan layanan transportasi juga disenergikan dengan program yang dilakukan oleh beberapa BUMD yang menangani transportasi seperti LRT, MRT, dan Transjakarta.

“Ke depannya kita berharap warga Jakarta akan semakin dimanjakan dengan layanan transportasi umum sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya”, pungkas Ismail.