Dewan Minta Pemprov DKI Cabut Izin Trayek Metro Mini

Jakarta (18/12) – Terjadinya kecelakan yang melibatkan metromini pada hari Rabu (16/12) sangat disayangkan. Anggota Komisi E yang membawahi bidang Pendidikan, Tubagus Arif mengungkapkan keprihatinannya karena yang menjadi korban adalah siswa dan orang tua siswa. Dirinya mengungkapkan bahwa bobroknya manajemen transportasi  di Jakarta telah sangat nyata membahayakan keamanan siswa, baik yang menggunakan jasa metro mini maupun sesama pengguna jalan lainnya.

Menurut Tubagus, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan evaluasi terhadap seluruh transportasi umum di Jakarta karena banyak pelajar yang menggunakan jasa transportasi umum. Kemudian, setiap tahunnya lebih dari 5.000 pelajartelah menjadi korban dalam kecelakaan dan jumlahnya terus meningkat.

“Pengawasan yang ketat terhadap angkutan umum yang ugal-ugalan dan tidak layak jalan setidaknya dapat membantu mengurangi jumlah tersebut. Kan jika Pemprov DKI dapat mengawasi dengan ketat dapat mengurangi jumlah tersebut. Pelajar adalah aset bangsa, sudah seharusnya kita jaga bersama,jelasnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jum’at (18/12).

Tubagus juga mendesak pemprov DKI agar berani untuk segera mencabut izin trayek metro mini karena membahayakan masyarakat khususnya pelajar. Ini sudah sampai taraf membahayakan nyawa penumpang dan pengguna jalan lainnya. Pemprov harus berani, cabut saja izin trayeknya. Setidaknya cabut saja dulu sampai hasil evaluasi terhadap metro mini dilakukan. Hal ini juga akan menjadi pelajaran bagi yang lain untuk segera membenahi manajemen mereka,tegas politisi PKS daerah pemilihan Jakarta Utara ini.

Ketegasan Pemprov DKI juga dipertaruhkan dalam menindak tegas armada ini, “Apa masalahnya hingga PemprovDKI tidak berani? Ini kan urusan nyawa warga Jakarta, Pemprov DKI harus tegas,pungkas Tubagus.