Dewan Kecewa Pemprov DKI Hentikan Program Promosi Pariwisata Dan Bantuan Peralatan Kesenian Betawi

Tubagus Arif_IMG_8560

Jakarta (28/9) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terlihat belum siap dalam mengembangkan potensi pariwisatnya. Ini terlihat dari dihapusnya seluruh mata anggaran promosi oleh Pemprov DKI di tahun 2016 ini, padahal pengembangan pariwisata sangat penting ditengah gempuran budaya asing yang sangat deras. Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Tubagus Arif, di kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Tubagus melanjutkan, alasan Pemprov DKI menghapus program promosi sangat tidak masuk akal, disaat Jakarta ingin mengembangkan potensi pariwisata dan seni budaya, anggaran promosi untuk pariwisata justru dihapus Pemprov DKI.

“Alasannya karena mata anggarannya saling tumpang tindih, saat kami periksa ternyata tidak ada mata anggaran yang saling tumpang tindih. Tapi Pemprov DKI tetap menghapus” jelas Tubagus, Politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara tersebut.

Masih menurut Tubagus, bukan hanya program promosi pariwisata saja yang dihapus namun juga pemberian bantuan peralatan kesenian betawi seperti tanjidor dan gambang kromong dan lainnya juga dihentikan, “Padahal selama ini Pemprov DKI selalu gembar-gembor soal pelestarian kebudayaan betawi,” kata Tubagus kecewa.

Tubagus mengharapkan, harus ada perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam bidang promosi pariwisata dan juga kebudayaan betawi, “DPRD sangat mengharapkan Pemprov DKI dapat benar-benar siap dalam upaya pengembangan pariwisata di ibukota Republik ini,” pungkasnya.