Bidang Perempuan PKS Paparkan Strategi 2019 di Kantor Jawa Pos

Jakarta (27/9) – Nuansa Tahun Politik jelang Pemilu Serentak 2019 semakin menguat. Dalam kerangka itu, sebagai partai dakwah yang berkomitmen untuk menjalankan visi Berkhidmat untuk Rakyat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan silaturahim, terutama ke institusi media sebagai bagian pengabar kebaikan ke masyarakat.
Salah satunya adalah ke Kantor Pemberitaan Harian Jawa Pos di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (26/9). Kunjungan ini adalah sinergi program antara BPKK DPP PKS, BPKK DPW PKS, dan Bidang Humas DPW PKS Jakarta.
Redaktur Politik dan Pemerintahan Harian Jawa Pos Chaerul Faisal sempat bertanya, “Apa yang akan dilakukan oleh PKS dalam menarik hati pemilih para pemilih pemula dan perempuan? karena tidak semua perempuan di Jakarta berjilbab”
Menjawab itu, Ketua BPKK DPW PKS DKI Jakarta Sholikhah menjabarkan, “PKS akan melakukan pendekatan dan merangkul masyarakat melalui isu kebaikan. Sebagai pelopor kebaikan kita harus meyakinkan bahwa kita harus menjadi lebih baik untuk Jakarta,” jelas perempuan yang kerap disapa Ibu Lilik ini.
Anggota DPRD DKI Periode 2004-2009 ini kemudian melanjutkan, “PKS lebih menekankan pada pendekatan berbasis persamaan (isu kebaikan) yang ada di dalam masyarakat dan memaksimalkannya daripada memikirkan perbedaan yang ada. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana apresiasi umat Islam menyambut kegiatan 212 waktu lalu. Di mana hal tersebut bertujuan demi kebaikan bersama warga Jakarta,” jelasnya.
Sekretaris Bidang BPKK DPP PKS Emi menambahkan salah satu agenda pemenangan 2019 adalah menguatkan peran ibu dan keluarga di masyarakat. “Kami sendiri di BPKK meluncurkan program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang disasarkan ke seluruh anggota dalam keluarga, termasuk para bapaknya,”
Beberapa program dari RKI ini, misalnya, Program Pranikah untuk para anak muda, Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sahabat Anak dan Remaja, Advokasi dan Konseling, Pembinaan untuk lansia, pendidikan politik keluarga.
“Di ranah politik pun ada kuota 30 persen, berarti kan perempuan punya kewajiban untuk melakukan pendidikan politik,” jelas Emi.
Di Jakarta sendiri, tambah Sholikhah, terdapat 260 (dua ratus enam puluh) pos ekonomi keluarga. Karena ekonomi sebagai salah satu pilar kokohnya keluarga, maka BPKK membantu sejahterakan dulu ekonomi keluarga.
“Di dalam RKI itu juga ada lomba keluarga Sakinah. Setelah kejadian DKI Jakarta, masyarakat DKI  terutama perempuan belajar harus memiliki pendidikan politik yang baik dan itu ada dalam program RKI,” jelas Sholikhah.
Sholikhah berharap 7-8 juta suara yang diperoleh PKS pada Pemilu 2014, akan terus bertambah di Pemilu 2019. “7 juta suara yang didapat kemarin 2014 ada sekitar 6 persen yang itu berasal dari perempuan. Dan ini akan terus kita pacu agar lebih bertambah,” jelas Sholikhah. (di/bud)