Berikan Bunga, Warga Apresiasi Fraksi PKS Jakarta

WhatsApp Image 2017-08-26 at 00.25.48

Jakarta – Upaya Wakil Rakyat dari Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani membuahkan hasil, bahkan warga yang berasal dari Lauser (walapan) dan Manggarai RW 012 ini memberikan bunga, sebagai bentuk apresiasi, ucapan terima kasih dan penyemangat dari warga untuk terus berjuang dan membela kepentingan masyarakat Jakarta.

Hal ini disampaikan salah satu warga Lauser, Edi Lusianto yang didampingi Nasrul Dongoran dari PBHI, dirinya mengatakan, seluruh warga berterima kasih pada Achmad Yani yang mewakili PKS DPRD DKI karena telah memberikan pembelaan agar kediamannya tak dibongkar oleh Pemprov DKI. “Dari awal kita semenjak sengketa dengan PAM, kita didampingi DPRD lewat PKS. Kita sudah lewat pengadilan dan ditangani PBHI. Tujuan kami kemari untuk memberikan kenangan dan mengingat kembali bahwa kami pernah didampingi oleh bapak dan masih bertahan disitu,” ujar Edi kepada Achmad Yani ruang Fraksi PKS, seperti yang dilansir okezone.com, Kamis (24/8/2017).

 

WhatsApp Image 2017-08-26 at 00.25.48 (1)

 

Hal senada juga disampaikan warga Manggarai, dirinya ingin berterimakasih pada F-PKS DPRD DKI lewat Achmad Yani. Kepada Achmad Yani mereka juga mengutarakan niat mereka datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membuat sertifikat atas tanah mereka.

“Terima kasih Pak sudah berjuang mempertahankan tanah kita. Rencananya kita mau ke BPN juga untuk membuat sertifikat,” ucap salah satu warga Manggarai.

Sementara itu, politikus PKS yang karib disapa Yani ini juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan warga. Dia cukup menyesalkan pimpinan Ibu Kota yang suka menggusur tanpa adanya solusi kepada masyarakat. “Untuk masalah pembelaan itu, saya sih kalau warga minta dibela, ya kita bela,” ucapnya.

Terkait penggusuran, lanjut dia, pihaknya berharap Gubernur Anies dan Wagub Sandi nanti jangan sampai mengulangi kesalahan yang serupa. Pasalnya, ia akan terus ada di belakang rakyat agar tetap bisa menempati kediamannya dengan tenang. “Kalau digusur yang manusiawi. dipindahin apa bikin kampung deret atau apa gitu supaya tetap eksis. Karena jika dipindah ke rusun, kadang aja saja masalah kedepannya,” pungkas Yani.