Anggota DPRD DKI Fraksi PKS Muhayar RM Meminta Dinas SDA Menambah Pompa Pengendali Banjir di Cakung

0
31

Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Muhayar RM meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah jumlah pompa pengendali banjir di Cakung. Hal ini disampaikan Muhayar saat rapat gabungan Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas SDA terkait kondisi pompa pengendali banjir DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Menurut Muhayar, pompa menjadi alat bantu pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam mengendalikan banjir. Kerusakan pompa diharapkan tidak menghambat pengendalian banjir. Dirinya meminta Dinas SDA menyediakan pompa backup di titik yang mengalami kerusakan pompa. Ia juga meminta Dinas SDA melakukan tinjauan ke titik-titik banjir yang belum terdapat pompa.

“Banyak permintaan masyarakat untuk disediakan pompa mobile di wilayahnya, seperti di RW 6, RW 11 Cakung Timur, Kecamatan Cakung. Agar ketika banjir akan datang, dapat dikendalikan dengan cepat,” ujar politisi PKS yang pernah menjadi anggota DPRD periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Muhayar menyebutkan, Komisi D DPRD DKI Jakarta dalam rapat gabungan ini juga meminta penjelasan dari Dinas SDA dan meminta untuk segera memperbaiki kerusakan pompa dan menambah pompa mobile di titik banjir yang belum terdapat pompa.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Juaini Yusuf menyampaikan, saat ini jumlah pompa stationer  sebanyak 478 unit dan tersebar di 176 lokasi.

“Dari 478 pompa yang ada, baru 447 pompa yang dapat beroperasi, dan sebanyak 31 pompa sedang dalam perbaikan. Kami upayakan dalam 2 minggu semua pompa dapat berfungsi,” kata Juaini.

Seperti diketahui bersama, peristiwa banjir diawal  tahun 2020 menjadi berita besar dan menjadi komoditas politik. Pompa pengendali banjir tidak luput jadi objek pembicaraan.

“Semoga kedepan, penanganan genangan dan banjir, segera dapat teratasi dengan cepat, bahkan sampai Jakarta tidak ada masalah lagi dengan banjir,” harap Muhayar.