Aleg PKS DPRD DKI Berikan Solusi Permasalahan Vendor dan PT Ancol

0
15

Jakarta – Kesulitan yang dialami oleh sejumlah vendor atau rekanan dari PT Pembangunan Jaya Ancol (PT Ancol) juga yang dialami manajemen PT Ancol adalah efek domino dari pandemi yang terjadi saat ini. Demikian diutarakan Anggota Legislatif Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS saat memberikan tanggapan audiensi online oleh Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Pihak vendor menyampaikan, saat ini terjadi stuck dalam penyelesaian tagihan-tagihan terkait pengerjaan di Ancol, perwakilan salah satu vendor dari PT Tangguh, Sumarno menyampaikan, “Saat turun SPJ, vendor harus segera menyelesaikan pekerjaan, namun setelahnya seolah pihak Ancol abai, terlebih dengan keadaan finansial kami saat ini,” tutur Sumarno.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail mengatakan, kondisi ini harus dipahami dulu oleh semua pihak, bahwasannya semua berada di posisi yang sama. “Track record PT Ancol selama ini bisa dijadikan referensi, bahwasannya selalu ada itikad baik dari pihak Ancol,” kata Ismail.

Seraya mengusulkan solusi untuk seluruh pihak, Ismail berharap PT Ancol dapat segera membuat skema cicilan kepada para vendor yang disesuaikan dengan kadaan finansial saat ini. Dirinya mengharapkan dari skema ini akan ada kejelasan bagi para vendor.

“Setidaknya ada tiga potensi pendapatan yang mungkin bisa didapatkan oleh Ancol yaitu, mengandalkan cashflow, mengandalkan APBD meskipun kemungkinan tidak besar, dan melakukan pinjaman ke sesama BUMD dalam hal ini Bank DKI,” jelas Ismail yang juga Ketua DPD PKS Jakarta Pusat.

Sedangkan untuk para vendor, Ismail menyarankan agar segera melakukan komunikasi dengan pihak Bank DKI, khususnya untuk vendor yang sedang mengalami stuck cashflow agar bisa mendapat keringanan dari Bank DKI.

Selain Ismail dan Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz, hadir dalam audiensi online perdana tersebut, diantaranya anggota Komisi B DPRD DKI lainnya, diantaranya Achmad Yani dan Muhammad Taufik Zoelkifli. Sementara dari manajemen PT Ancol, diantaranya Direktur Utama PT Ancol, Teuku Sahir Syahali, beserta jajaran direksi lainnya, juga para vendor.